Apa Itu Haji Kuota Dan Haji Non Kuota

Bagikan Ini :

aet.coid – Masyarakat Indonesia memiliki minat yang tinggi untuk melaksanakan ibadah umroh dan berhaji. Setiap tahunnya ratusan ribu jamaah asal Indonesia berkunjung ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh dan haji. Jumlahnya selalu meningkat, walaupun ongkos umrah dan haji tidak pernah turun.

HAJI KUOTA

Khusus untuk ibadah haji, masyarakat masih terkendala oleh antrian panjang untuk mendaftar haji lewat program haji regular atau haji kuota. Program haji reguler atau kuota ini adalah program haji yang diselenggarakan oleh pemerintah RI, yaitu Kemenag. Namun, program haji ini memiliki jatah terbatas, sebab visa haji regular diberikan oleh pemerintah Kerajaan Saudi kepada pemerintah Indonesia secara cuma-cuma. Karena jatah visa yang diberikan terbatas setiap tahunnya, sementara peminat haji Indonesia sangatlah banyak, inilah yang mengakibatkan terjadinya antrian jamaah, bahkan hingga duapuluh tahunan.

Selain haji reguler, program haji kuota pemerintah masih memiliki program haji khusus. Program haji khusus ini biayanya jauh lebih mahal dibandingkan haji reguler, tetapi masa tunggunya hanya lima tahun.

HAJI NON-KUOTA

Di luar program haji kuota pemerintah, ternyata ada pula program haji non-kuota. Akan tetapi Haji non kuota ini bukan merupakan program resmi Kemenag RI, karena visa haji ini diberikan langsung oleh para pejabat pemerintah Saudi melalui Kedutaan Besar Saudi Arabia, kepada pihak-pihak penyelenggara ibadah haji swasta di Indonesia. Namun, visa haji non kuota ini cukup mahal, sehingga harga haji non-kuota ini tinggi, tetapi perlindungan dan keamanan keberangkatan program ini belum terlalu terjamin. Di samping itu kelebihannya adalah dapat langsung berangkat tanpa harus menunggu tahunan.

Visa haji non-kuota terbagi dalam 3 macam

  1. Visa Amil
  2. Visa Ziarah
  3. Visa Furodha/Mujamalah

Dengan mengambil program haji non kuota ini, masyarakat Indonesia tetap dapat ke Saudi Arabia untuk melaksanakan haji lewat biro penyelenggara haji khusus. Pelaksanaan haji non-kuota pun sama halnya dengan program haji regular pemerintah, bahkan ada fasilitas yang diberikan oleh penyelenggara haji non-kuota ini lebih baik dibandingkan fasilitas haji regular pemerintah.

Di tengah problematika antrian panjang haji regular, program haji non-kuota belakangan ini menjadi alternatif baru bagi masyarakat Indonesia. Walau terkadang keamanan dan perlindungan program haji ini belum terjamin, akan tetapi karena kelebihannya yang bisa langsung berangkat, maka biaya yang mahal tidak lagi menjadi masalah.

shares