Jadwal Puasa Sunnah Juni 2026, Tasu’a dan Asyura Jangan Terlewat

Islami356 Views

Juni 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam karena berada di antara akhir Dzulhijjah 1447 H dan awal Muharram 1448 H. Dalam satu bulan Masehi ini, ada beberapa puasa sunnah yang bisa diamalkan, mulai dari puasa Senin Kamis, lanjutan Ayyamul Bidh Dzulhijjah, puasa sunnah Muharram, Tasu’a, Asyura, hingga Ayyamul Bidh Muharram.

Bagi umat Islam yang ingin merapikan jadwal ibadah sejak awal bulan, daftar tanggal ini perlu dicatat. Sebab beberapa tanggal penting berdekatan, terutama ketika memasuki pertengahan Juni 2026 yang bertepatan dengan awal tahun Hijriah baru.

Juni 2026 Berada di Akhir Dzulhijjah dan Awal Muharram

Bulan Juni 2026 diawali dengan tanggal 15 Dzulhijjah 1447 H. Artinya, awal bulan ini masih berada dalam suasana bulan Dzulhijjah, salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Setelah itu, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Pergantian dari Dzulhijjah ke Muharram membuat jadwal puasa sunnah Juni 2026 cukup padat. Umat Islam dapat menjumpai puasa Senin Kamis seperti biasa, kemudian disusul puasa Tasu’a dan Asyura yang menjadi amalan utama pada bulan Muharram.

Muharram sendiri dikenal sebagai salah satu bulan yang memiliki kedudukan tinggi. Karena itu, sebagian ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak amal saleh di bulan ini, termasuk puasa sunnah bagi yang mampu menjalankannya.

“Puasa terbaik setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram.”
Riwayat Muslim

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa Muharram bukan sekadar awal tahun Hijriah. Bulan ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah dengan cara yang sesuai tuntunan.


Tabel Jadwal Puasa Sunnah Juni 2026

Sebelum masuk pada penjelasan setiap jenis puasa, berikut daftar tanggal penting yang bisa menjadi panduan. Jadwal ini menggunakan acuan kalender Hijriah Indonesia dan dapat disesuaikan jika ada keputusan lokal dari otoritas keagamaan setempat.

Tanggal MasehiHariTanggal HijriahJenis Puasa SunnahCatatan
1 Juni 2026Senin15 Dzulhijjah 1447 HPuasa Senin dan lanjutan Ayyamul Bidh DzulhijjahMasuk awal Juni dan masih berada di Dzulhijjah
2 Juni 2026Selasa16 Dzulhijjah 1447 HSisa jadwal Ayyamul Bidh Dzulhijjah menurut sebagian penyesuaian kalenderDapat diikuti sebagai puasa sunnah tambahan
4 Juni 2026Kamis18 Dzulhijjah 1447 HPuasa KamisTermasuk puasa rutin mingguan
8 Juni 2026Senin22 Dzulhijjah 1447 HPuasa SeninPuasa sunnah rutin
11 Juni 2026Kamis25 Dzulhijjah 1447 HPuasa KamisPuasa sunnah rutin
15 Juni 2026Senin29 Dzulhijjah 1447 HPuasa SeninHari terakhir Dzulhijjah dalam acuan kalender
16 Juni 2026Selasa1 Muharram 1448 HAwal MuharramPuasa Muharram dapat dimulai bagi yang mampu
18 Juni 2026Kamis3 Muharram 1448 HPuasa KamisPuasa rutin di awal Muharram
22 Juni 2026Senin7 Muharram 1448 HPuasa SeninDekat dengan Tasu’a dan Asyura
24 Juni 2026Rabu9 Muharram 1448 HPuasa Tasu’aDianjurkan sebagai pendamping Asyura
25 Juni 2026Kamis10 Muharram 1448 HPuasa Asyura dan Puasa KamisSalah satu tanggal paling penting bulan ini
26 Juni 2026Jumat11 Muharram 1448 HPuasa pendamping AsyuraPilihan bagi yang ingin melengkapi puasa Asyura
28 Juni 2026Ahad13 Muharram 1448 HPuasa Ayyamul Bidh MuharramHari pertama Ayyamul Bidh Muharram
29 Juni 2026Senin14 Muharram 1448 HPuasa Ayyamul Bidh dan Puasa SeninDua amalan bertemu dalam satu hari
30 Juni 2026Selasa15 Muharram 1448 HPuasa Ayyamul Bidh MuharramHari ketiga Ayyamul Bidh Muharram

Puasa Senin Kamis Tetap Menjadi Amalan Rutin

Puasa Senin Kamis menjadi salah satu amalan sunnah yang paling dikenal masyarakat Muslim Indonesia. Pada Juni 2026, jadwal Senin Kamis tersebar dari awal hingga akhir bulan, bahkan beberapa tanggal bertemu dengan amalan lain.

Tanggal puasa Senin pada Juni 2026 jatuh pada 1, 8, 15, 22, dan 29 Juni. Adapun puasa Kamis jatuh pada 4, 11, 18, dan 25 Juni. Tanggal 25 Juni menjadi perhatian khusus karena bertepatan dengan 10 Muharram atau hari Asyura.

“Amal diperlihatkan pada Senin dan Kamis, dan aku suka amal itu diperlihatkan saat aku berpuasa.”
Riwayat Tirmidzi

Hadis ini sering menjadi dasar anjuran puasa Senin Kamis. Selain melatih kesabaran, puasa rutin ini juga membantu seorang Muslim menjaga kedekatan dengan Allah melalui ibadah yang dikerjakan secara berulang.

Bagi pekerja, pelajar, maupun ibu rumah tangga, puasa Senin Kamis bisa disesuaikan dengan kemampuan fisik. Kuncinya bukan sekadar banyaknya hari, melainkan kesungguhan niat dan kemampuan menjaga adab puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Ayyamul Bidh Dzulhijjah Masih Masuk Awal Juni

Awal Juni 2026 masih berada pada bulan Dzulhijjah 1447 H. Tanggal 1 Juni bertepatan dengan 15 Dzulhijjah. Karena itu, sebagian jadwal puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah masih masuk dalam kalender Juni.

Ayyamul Bidh biasanya dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Namun pada bulan Dzulhijjah, tanggal 13 berdekatan dengan hari Tasyrik, sehingga dalam beberapa kalender puasa sunnah terdapat penyesuaian jadwal.

“Rasulullah SAW memerintahkan puasa pada hari putih, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.”
Riwayat Abu Dawud

Bagi umat Islam yang sudah menjalankan puasa Ayyamul Bidh sejak akhir Mei, tanggal 1 Juni 2026 dapat menjadi lanjutan amalan tersebut. Sementara tanggal 2 Juni dapat diisi sebagai puasa sunnah tambahan bagi yang ingin menyempurnakan tiga hari puasa dalam bulan tersebut.


Awal Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026

Tanggal 16 Juni 2026 menjadi hari penting karena bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H. Tanggal ini menandai masuknya tahun baru Hijriah dan awal bulan Muharram.

Pada hari 1 Muharram, sebagian masyarakat Muslim memperbanyak doa, zikir, sedekah, dan muhasabah diri. Untuk puasa, tidak ada kewajiban khusus pada tanggal tersebut. Namun Muharram secara umum adalah bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah.

Bagi yang ingin memulai puasa Muharram sejak awal bulan, tanggal 16 Juni dapat menjadi pintu pembuka. Namun umat Islam tetap perlu memperhatikan kemampuan tubuh, pekerjaan, kesehatan, dan tanggung jawab harian.

Puasa sunnah tidak boleh membuat seseorang mengabaikan kewajiban. Karena itu, pilihan hari bisa dibuat dengan bijak, misalnya mengambil Senin Kamis, Tasu’a, Asyura, dan Ayyamul Bidh terlebih dahulu.

Puasa Tasu’a 2026 Jatuh pada 24 Juni

Puasa Tasu’a jatuh pada 9 Muharram. Pada tahun 2026, tanggal tersebut bertepatan dengan Rabu, 24 Juni 2026. Puasa ini dianjurkan sebagai pendamping puasa Asyura.

Anjuran puasa Tasu’a berkaitan dengan keinginan Rasulullah SAW untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram apabila bertemu tahun berikutnya. Hal ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk tidak hanya berpuasa pada 10 Muharram, tetapi juga menambahkan satu hari sebelumnya.

“Jika aku masih hidup hingga tahun depan, aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”
Riwayat Muslim

Bagi yang mampu, puasa Tasu’a dan Asyura dapat dilakukan dua hari berurutan, yaitu 24 dan 25 Juni 2026. Amalan ini lebih utama dibanding hanya berpuasa pada Asyura saja, meski puasa Asyura tetap sah sebagai puasa sunnah.

Puasa Tasu’a juga menjadi pengingat agar ibadah tidak dilakukan secara tergesa. Dengan mencatat tanggalnya lebih awal, umat Islam bisa menyiapkan sahur, menjaga jadwal kerja, serta mengatur aktivitas agar puasa berjalan lebih tenang.


Puasa Asyura 2026 Bertepatan dengan Kamis, 25 Juni

Puasa Asyura menjadi salah satu amalan paling utama pada bulan Muharram. Pada 2026, Asyura jatuh pada Kamis, 25 Juni. Tanggal ini istimewa karena bertemu dengan puasa Kamis, sehingga umat Islam dapat menggabungkan niat puasa sunnah Asyura dan puasa Kamis.

Asyura berada pada tanggal 10 Muharram. Dalam riwayat, puasa Asyura memiliki keutamaan besar sebagai penghapus dosa setahun yang telah berlalu, dengan catatan berkaitan dengan dosa kecil dan disertai taubat atas dosa yang lebih besar.

“Puasa Asyura dapat menjadi penghapus dosa setahun yang telah lewat.”
Riwayat Muslim

Karena tanggal 25 Juni 2026 jatuh pada hari Kamis, banyak umat Islam kemungkinan akan menjadikannya sebagai hari puasa utama bulan tersebut. Bagi yang sudah terbiasa puasa Kamis, tanggal ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan keutamaan Asyura sekaligus menjaga kebiasaan ibadah mingguan.

Sebagian ulama juga menganjurkan agar puasa Asyura didampingi sehari sebelum atau sesudahnya. Karena itu, tanggal 24 Juni sebagai Tasu’a dan 26 Juni sebagai 11 Muharram dapat menjadi pilihan pelengkap.

Ayyamul Bidh Muharram Jatuh pada 28 Sampai 30 Juni

Setelah Tasu’a dan Asyura, umat Islam masih dapat melanjutkan puasa sunnah pada Ayyamul Bidh Muharram. Jadwalnya jatuh pada 28, 29, dan 30 Juni 2026, masing masing bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Muharram 1448 H.

Ayyamul Bidh disebut sebagai hari putih karena malam malam pada pertengahan bulan Hijriah diterangi cahaya bulan. Puasa ini menjadi salah satu amalan yang ringan bagi sebagian orang karena hanya dilakukan tiga hari dalam sebulan.

“Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa sepanjang tahun.”
Riwayat Nasa’i

Pada Juni 2026, tanggal 29 Juni juga bertepatan dengan hari Senin. Dengan begitu, umat Islam yang menjalankan Ayyamul Bidh pada hari tersebut juga sedang mengerjakan puasa Senin.

Puasa Ayyamul Bidh Muharram bisa menjadi lanjutan yang baik setelah Tasu’a dan Asyura. Bagi yang tidak mampu menjalankan banyak hari, cukup memilih tanggal yang paling memungkinkan tanpa memaksakan diri.


Niat Puasa Sunnah Juni 2026

Niat menjadi bagian penting dalam ibadah puasa. Untuk puasa sunnah, niat dapat dilakukan sejak malam hari. Jika seseorang lupa berniat pada malam hari, sebagian ulama membolehkan niat pada pagi atau siang sebelum masuk waktu zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Berikut beberapa lafal niat yang biasa dibaca masyarakat Indonesia.

Niat Puasa Senin Kamis

Untuk puasa Senin, niatnya sebagai berikut.

Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya, aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.

Untuk puasa Kamis, niatnya sebagai berikut.

Nawaitu shauma yaumil khamisi sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya, aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa Tasu’a

Nawaitu shauma tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya, aku berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa Asyura

Nawaitu shauma asyura sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya, aku berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Nawaitu shauma ayyamil bidhi sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya, aku berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.


Cara Mengatur Puasa Sunnah agar Tidak Terasa Berat

Banyaknya tanggal puasa sunnah pada Juni 2026 bisa membuat sebagian orang ingin menjalankan semuanya. Niat seperti itu baik, tetapi tetap perlu diukur dengan kemampuan masing masing.

Ada beberapa cara sederhana agar puasa sunnah bulan ini lebih mudah dijalankan.

  1. Tentukan tanggal utama terlebih dahulu, terutama Tasu’a, Asyura, dan Ayyamul Bidh Muharram.
  2. Tambahkan puasa Senin Kamis jika kondisi tubuh memungkinkan.
  3. Siapkan sahur dengan makanan yang cukup, bukan berlebihan.
  4. Perbanyak air putih saat malam agar tubuh tidak cepat lemas.
  5. Hindari kegiatan yang tidak perlu ketika sedang berpuasa.
  6. Jaga lisan, pandangan, dan sikap agar nilai puasa tidak berkurang.
  7. Jangan memaksakan diri jika sedang sakit, hamil, menyusui, atau memiliki kondisi medis tertentu.

Puasa sunnah adalah ibadah yang dikerjakan dengan kesadaran dan keikhlasan. Karena itu, seseorang tidak perlu merasa tertinggal jika hanya mampu menjalankan sebagian jadwal. Yang penting, ibadah dilakukan dengan niat yang benar dan tetap menjaga kewajiban utama.

Adab Saat Menjalankan Puasa Sunnah

Puasa sunnah bukan hanya menahan makan dan minum. Seorang Muslim juga dianjurkan menjaga adab sepanjang hari. Di antaranya adalah memperbanyak zikir, membaca Al Quran, menahan amarah, tidak mudah membicarakan orang lain, serta memperbanyak sedekah sesuai kemampuan.

Saat sahur, umat Islam dianjurkan tidak meninggalkannya meski hanya dengan air putih. Sahur membantu tubuh lebih siap menjalani puasa dan menjadi pembeda dari kebiasaan puasa umat terdahulu.

Saat berbuka, dianjurkan menyegerakan berbuka ketika waktu magrib telah masuk. Kurma dan air putih bisa menjadi pilihan ringan sebelum menyantap makanan utama. Setelah itu, shalat magrib tetap perlu diutamakan agar ibadah puasa tidak membuat kewajiban shalat tertunda.

Juni 2026 memberi banyak kesempatan untuk memperbanyak puasa sunnah. Dari awal bulan yang masih berada di Dzulhijjah hingga akhir bulan yang masuk Ayyamul Bidh Muharram, umat Islam dapat memilih amalan sesuai kemampuan, menata niat, dan menjaga kualitas ibadah setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *