Isu tas branded berbahan kulit babi sering muncul ketika pembeli Muslim mulai lebih teliti membaca label material. Di beberapa produk, istilah yang dipakai tidak selalu terang memakai kata “kulit babi”. Ada yang menulis pig skin, pigskin, pig leather, porcine leather, peau porc, atau cinghiale. Bagi sebagian orang, persoalan ini hanya urusan bahan fashion. Namun bagi Muslim, bahan sebuah tas bisa masuk ke wilayah hukum fikih, terutama bila barang itu dipakai sehari hari, dibawa salat, atau diperjualbelikan.
Mengapa Pig Skin Jadi Perhatian dalam Fikih Barang Gunaan
Dalam dunia fashion, kulit hewan bukan hanya dipakai untuk sepatu dan jaket, tetapi juga tas tangan, dompet, tali, lapisan bagian dalam, penguat struktur, sampai trim kecil yang tidak selalu terlihat. Karena itu, pembahasan pig skin pada designer bag perlu dilihat dari dua sisi, yaitu status bahan menurut syariat dan cara konsumen mengenali material produk sebelum membeli.
Secara bahasa, pig skin berarti kulit babi. Dalam industri kulit, bahan ini dikenal ringan, cukup kuat, dan punya pola pori yang khas. MUI menjelaskan bahwa produk dengan label pig skin sempat ramai dibahas karena tidak hanya ditemukan pada sepatu, tetapi juga barang gunaan seperti dompet, ikat pinggang, dan tas. MUI juga menyebut kulit babi memiliki pola segitiga dengan tiga titik yang bisa menjadi salah satu tanda pengenal, meski pemeriksaan kasat mata tetap tidak selalu mudah.
Bukan Sekadar Soal Makan atau Tidak Dimakan
Sebagian orang mengira hukum babi hanya terkait makanan. Padahal pembahasan fikih tidak berhenti pada konsumsi. Produk non makanan yang memakai unsur babi juga menjadi perhatian karena status najisnya. Di dalam Al Quran, daging babi termasuk perkara yang diharamkan bersama bangkai, darah, dan hewan yang disembelih bukan atas nama Allah.
Dalam fikih, penyebutan daging babi sering dipahami tidak hanya terbatas pada daging yang dimakan. Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan mengutip penjelasan Syekh Wahbah al Zuhaili bahwa maksud daging babi meliputi bagian lain seperti lemak dan kulit. Sumber yang sama juga menyebut para fuqaha bersepakat kulit babi najis dan tidak dapat disucikan dengan samak, kecuali dalam keadaan darurat atau kebutuhan tertentu yang sangat terbatas.
“Apabila kulit telah disamak, maka sungguh ia telah suci.”
Hadits ini menjadi dasar pembahasan penyamakan kulit, tetapi ulama mengecualikan kulit babi dan anjing dalam banyak penjelasan fikih.
Hukum Tas Designer dari Pig Skin
Jika tas designer benar benar memakai pig skin asli, maka menurut pandangan yang kuat dalam banyak rujukan fikih Indonesia dan kawasan Syafiiyah, barang tersebut tidak layak dipakai Muslim karena kulit babi dihukumi najis. Fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2014 membahas penyamakan kulit hewan dan pemanfaatannya, sementara penjelasan MUI pada 2024 menegaskan bahwa kulit hewan boleh dimanfaatkan setelah disamak, tetapi pengecualian berlaku untuk kulit anjing, babi, dan turunan dari keduanya.
MUI juga mengutip penjelasan LPPOM MUI bahwa standar sertifikasi halal barang gunaan berbahan hewani telah jelas menyebut jenis hewan yang boleh disamak harus selain babi dan anjing. Karena itu, produk kulit yang ditandai sebagai pig skin dinyatakan haram digunakan menurut penjelasan tersebut.
Bagaimana Jika Pig Skin Hanya Jadi Lapisan Dalam Tas
Pada tas mewah, bagian yang menggunakan pig skin tidak selalu permukaan luar. Ada tas yang menjadikan pig skin sebagai lining atau lapisan dalam, ada juga yang menjadikannya reinforcement atau penguat bagian tertentu. Dari sisi fikih, posisi bahan tidak mengubah sumbernya. Jika bahan itu benar berasal dari kulit babi, maka statusnya tetap menjadi masalah bagi Muslim.
Bagi pembeli, bagian lining sering luput dicek karena fokus biasanya tertuju pada bentuk, logo, warna, harga, dan autentikasi. Padahal beberapa produk fashion menyebut pigskin lining secara terbuka pada spesifikasi material. Misalnya, Saddleback Leather menyebut salah satu purse mereka dilapisi sisi suede dari pigskin, dan produk Walker’s Pouch juga dijelaskan memakai pigskin lining.
Apakah Samak Membuat Kulit Babi Jadi Suci
Pada kulit hewan tertentu, penyamakan memang dapat membuat kulit menjadi suci dan bisa dimanfaatkan. NU Online mengutip bait fikih yang menyatakan kulit bangkai selain babi darat dan anjing dapat suci dengan disamak. Artikel tersebut juga menampilkan hadits tentang kulit bangkai yang disucikan melalui proses samak.
Namun pengecualian inilah yang penting. Dalam penjelasan Mufti Wilayah, ulama Syafiiyah, Hanafiyah, dan sebagian Hanabilah menyatakan kulit bangkai dapat suci dengan samak, kecuali kulit babi dan anjing. Karena itu, tas berbahan kulit sapi, kambing, domba, unta, atau kulit hewan lain yang tidak termasuk babi dan anjing memiliki pembahasan berbeda dengan pig skin.
Bolehkah Dibawa Saat Salat
Tas biasanya tidak dipakai sebagai pakaian salat, tetapi sering diletakkan dekat tubuh, dibawa ke masjid, atau berisi alat ibadah. Bila tas itu jelas berbahan pig skin, kehati hatian yang lebih kuat adalah tidak membawanya dalam ibadah yang mensyaratkan suci dari najis. Penjelasan Mufti Wilayah tentang dompet kulit menyebut kulit bangkai selain kulit babi dan anjing, bila telah disamak, menjadi suci dan boleh dibawa saat salat. Kalimat pengecualian itu menunjukkan bahwa kulit babi tetap tidak masuk dalam barang yang aman dibawa salat.
Dari sisi adab ibadah, Muslim juga sebaiknya menghindari barang yang meragukan ketika hendak salat. Apalagi bila label produk sudah menyebut pig skin secara terang. Dalam kondisi seperti itu, persoalannya bukan lagi dugaan, melainkan informasi bahan yang patut dianggap cukup untuk meninggalkan pemakaian.
Daftar Brand dan Produk Tas yang Tercatat Memakai Pig Skin
Daftar berikut bukan berarti semua tas dari brand tersebut memakai pig skin. Catatan ini hanya merangkum contoh produk atau listing yang secara terbuka menulis pigskin, pig leather, atau istilah sejenis pada tas tertentu. Untuk pembeli Muslim, tabel ini bisa menjadi pengingat agar tidak membeli hanya berdasarkan nama brand, tetapi tetap mengecek material setiap seri produk.
| Brand atau Label | Contoh Produk yang Tercatat | Catatan untuk Pembeli Muslim |
|---|---|---|
| Hermès Pre Owned | 1994 Pigskin Kelly 32 Sellier handbag | Listing Farfetch menulis pigskin dan komposisi luar Pig Leather 100 persen. |
| Prada Pre Owned | Cinghiale Doctor Bag Yellow | Fashionphile menulis tas Prada Cinghiale tersebut dibuat dari yellow pigskin leather. |
| Fendi Pre Owned | 2000 sampai 2010 Pigskin Acrylic Glass Geometric shoulder bag | Farfetch mencatat body tas sebagai pigskin leather body. |
| Bally | Forest Green Pigskin Leather Carry On Business Bag | 1stDibs menulis material notes produk ini sebagai pigskin leather. |
| MARGESHERWOOD | Bolita Frame Bag | Garmentory menulis bagian lining tas ini 100 persen pigskin. |
| Marie Bernadette Woehrl | Edgy Sister Bag Matt Black Nappa | Halaman produk menyebut tas dilapisi pigskin dan memiliki kantong dalam. |
| REN Tokyo | Lunch Bag S Pigskin Hallie | REN menjelaskan material pigskin Hallie ringan dan tas dibuat tanpa lining atau hardware tambahan. |
| Saddleback Leather | Everyday Full Grain Leather Purse | Spesifikasi menyebut bagian dalam dilapisi sisi suede dari pigskin dan daftar material mencantumkan Pigskin Lining. |
| Saddleback Leather | Walker’s Pouch | Halaman produk menyebut bagian dalam pouch dilapisi pigskin. |
| Zelma Kraft | Small Briefcase Handbag Black | Hertwill menulis lining dapat berupa pigskin atau goat leather, sehingga pembeli perlu meminta kepastian bahan sebelum transaksi. |
Istilah Material yang Perlu Diwaspadai Sebelum Membeli Tas Branded
Dalam pasar fashion internasional, bahan kulit babi tidak selalu ditulis dengan satu istilah. Ada listing yang memakai bahasa Inggris, Prancis, Italia, atau istilah industri. Pembeli Muslim sebaiknya membaca bagian composition, material, details, lining, trim, dan reinforcement sebelum melakukan pembayaran.
Istilah yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pig skin
- Pigskin
- Pig leather
- Porcine leather
- Peau porc
- Cinghiale
- Hogskin
- Suede pigskin
- Pigskin lining
- Pigskin reinforcement
Mengapa Kata Leather Saja Belum Cukup
Label “genuine leather” hanya memberi tahu bahwa bahan berasal dari kulit asli, bukan dari hewan apa. Begitu juga istilah calfskin, cowhide, lambskin, goatskin, dan sheepskin memiliki arti masing masing. Bila produk hanya menulis leather lining tanpa rincian, pembeli Muslim belum punya kepastian apakah bahan itu aman dari unsur babi.
MUI menyebut identifikasi bisa dilakukan melalui label dan pola permukaan kulit, sementara artikel leather glossary juga menjelaskan pigskin punya pola pori khas berupa kelompok tiga titik berbentuk segitiga. Ciri ini membantu, tetapi bukan pengganti konfirmasi resmi dari penjual atau brand.
Cinghiale pada Produk Prada dan Barang Vintage
Salah satu istilah yang sering membingungkan adalah cinghiale. Dalam sejumlah listing tas Prada pre owned, cinghiale dihubungkan dengan pigskin leather. Fashionphile menulis Prada Cinghiale Doctor Bag dibuat dari yellow pigskin leather, sementara beberapa listing Farfetch untuk Prada pre owned juga menyebut pigskin leather body.
Bagi kolektor vintage, istilah lama seperti peau porc pada Hermès atau cinghiale pada Prada perlu dibaca hati hati. Barang vintage sering mempunyai spesifikasi kulit yang berbeda dari koleksi baru. Jadi, menilai halal tidaknya sebuah tas tidak bisa berdasarkan reputasi brand saja, tetapi harus berdasarkan komposisi bahan pada produk tertentu.
Cara Aman Memilih Designer Bag untuk Muslim
Membeli tas branded bukan hanya soal gengsi, tetapi juga tanggung jawab. Seorang Muslim dapat tetap memilih produk berkualitas tanpa harus mengabaikan kaidah halal dan najis. Kuncinya adalah teliti sebelum membeli, terutama pada pasar pre owned, karena banyak listing menjual koleksi lama dengan bahan yang berbeda beda.
Langkah yang bisa dilakukan sebelum membeli:
- Baca bagian material dan composition sampai tuntas
- Cari kata pigskin, pig leather, peau porc, cinghiale, dan porcine
- Tanyakan langsung ke customer service tentang bahan outer, lining, trim, dan reinforcement
- Minta jawaban tertulis agar bisa disimpan
- Pilih tas berbahan kanvas, nylon, cotton, vegan leather, atau kulit sapi yang jelas
- Hindari produk yang hanya menulis leather tanpa rincian jika penjual tidak bisa menjawab
- Untuk barang pre owned, cek ulang listing di beberapa platform karena deskripsi bisa berbeda
Bagaimana Jika Sudah Terlanjur Membeli
Jika tas sudah terlanjur dibeli dan kemudian diketahui mengandung pig skin, sikap paling aman adalah berhenti menggunakannya. Dalam penjelasan Mufti Wilayah tentang menjual ulang kasut kulit babi yang tersalah beli, disebutkan bahwa tidak sah menjual barang najis seperti khinzir, dan nasihat yang diberikan adalah mengembalikan barang kepada toko dengan menjelaskan alasan bahwa Muslim tidak boleh menggunakan kulit khinzir.
Untuk kasus tas, langkah yang bisa ditempuh adalah mengajukan return, refund, atau komplain kepada penjual, terutama bila material pig skin tidak dijelaskan secara terbuka sebelum transaksi. Bila dibeli dari marketplace pre owned, pembeli dapat menyampaikan bukti bahwa bahan tersebut bertentangan dengan kebutuhan religius dan meminta penyelesaian sesuai aturan platform.
Jangan Langsung Menuduh Semua Produk Satu Brand
Hal yang juga perlu dijaga adalah keadilan dalam menyebut brand. Satu brand bisa memiliki ratusan model dengan bahan berbeda. Ada tas yang memakai calfskin, lambskin, canvas, nylon, cotton lining, suede, atau material sintetis. Tabel di atas hanya menunjukkan contoh produk tertentu yang tercatat memakai pig skin, bukan vonis untuk semua koleksi dari brand yang sama.
Sikap tabayyun penting dalam urusan ini. Bila ingin membeli Hermès, Prada, Fendi, Bally, atau brand lain, periksa seri dan detail materialnya. Jangan menyebarkan klaim bahwa seluruh produk mereka haram hanya karena ditemukan satu model vintage atau satu listing pre owned yang memakai pig skin.
Pilihan Material yang Lebih Aman untuk Tas Muslimah dan Muslim
Tas premium tetap bisa dipilih tanpa menyentuh area syubhat. Banyak brand menawarkan bahan kulit sapi, kulit kambing, canvas, katun tebal, nylon, atau material sintetis. Untuk pembeli yang ingin benar benar aman, produk vegan leather atau tas kain berkualitas bisa menjadi pilihan, selama tidak memakai coating atau lem dari bahan najis yang disebutkan produsen.
Dalam gaya hidup Muslim, keindahan barang tidak dilarang. Islam tidak menolak kerapian, kualitas, dan selera yang baik. Namun keindahan itu perlu berjalan bersama kehati hatian. Tas branded yang mahal tidak otomatis baik bila bahannya bermasalah secara syariat. Sebaliknya, tas sederhana bisa lebih menenangkan bila jelas asal bahannya dan tidak membuat pemiliknya ragu saat beribadah.
Membaca Label adalah Bagian dari Sikap Amanah
Konsumen Muslim saat ini perlu lebih cerdas membaca detail produk. Bukan hanya mengecek keaslian logo, nomor seri, atau harga pasar, tetapi juga membaca komposisi bahan. Pada produk tas, bagian yang wajib diperhatikan adalah outer, lining, handle, strap, trim, reinforcement, dan interior pocket. Pig skin kadang muncul pada lapisan dalam yang tidak terlihat dari foto utama.
Karena itu, sebelum checkout, biasakan bertanya dengan kalimat yang jelas: “Apakah tas ini mengandung pigskin, pig leather, porcine leather, peau porc, atau cinghiale pada bagian luar, lining, trim, maupun reinforcement?” Pertanyaan yang spesifik membuat penjual lebih sulit memberi jawaban umum yang menggantung. Untuk Muslim, jawaban semacam ini bukan formalitas belanja, melainkan bagian dari menjaga kesucian barang yang dipakai sehari hari.
