Malang tak hanya terkenal dengan wisata alam seperti Batu dan Bromo. Kota yang berhawa sejuk ini juga menyimpan banyak destinasi bernuansa Islami yang menjadi saksi perjalanan dakwah, tradisi pesantren, hingga kemegahan arsitektur masjid. Berkunjung ke tempat-tempat ini tak hanya memberi pengalaman wisata, tetapi juga memperdalam makna spiritual.
โRasanya berbeda ketika berwisata ke tempat bernuansa Islam. Ada keheningan yang menenangkan, bahkan saat berada di tengah keramaian.โ
Masjid Agung Jami Malang โ Simbol Islam di Jantung Kota
Terletak tepat di depan Alun-Alun Merdeka, Masjid Agung Jami Malang menjadi pusat kegiatan umat Islam sejak pertama kali dibangun pada 1890. Arsitekturnya memadukan gaya Jawa dan Arab, dengan atap tumpang yang khas serta kubah besar berwarna hijau.
Di dalam masjid, jamaah akan merasakan ketenangan dengan nuansa interior sederhana namun penuh makna. Setiap Jumat, ribuan orang datang untuk shalat berjamaah, sementara wisatawan kerap mengabadikan kaligrafi dan ornamen klasik di dindingnya.

Alamat: Jl. Merdeka Barat No.3, Kauman, Klojen, Kota Malang
Fakta menarik: Masjid ini awalnya hanya berupa bangunan kayu sederhana, lalu direnovasi menjadi bangunan permanen pada tahun 1903.
โBerdiri di pelataran Masjid Jami, saya merasa seakan melihat bagaimana Islam mengakar dalam denyut nadi kota Malang.โ
Pondok Pesantren An-Nur II Al Murtadlo โ Jejak Ilmu dan Dakwah
Malang dikenal sebagai kota santri. Salah satu pesantren tertua dan terbesar di sini adalah Pondok Pesantren An-Nur II Al Murtadlo, didirikan oleh KH. Abdul Jalil Mustaqim. Pesantren ini menjadi pusat ilmu agama sekaligus pendidikan karakter bagi ribuan santri dari berbagai daerah.
Saat bulan Ramadan, suasana di sekitar pesantren sangat hidup dengan kegiatan tadarus, kajian tafsir, dan bazar kuliner. Kawasan pesantren pun sering dijadikan wisata edukasi bagi rombongan pelajar maupun wisatawan religi.

Alamat: Jl. Raya Bululawang No.3, Bululawang, Kabupaten Malang
Fakta menarik: Pesantren ini memiliki lebih dari 8.000 santri dan dikenal sebagai salah satu pusat dakwah Islam terbesar di Jawa Timur.
โBerjalan di halaman pesantren, saya seperti merasakan aura ketulusan para santri yang mengabdi tanpa pamrih demi menuntut ilmu.โ
Masjid Tiban Turen โ Misteri dan Kemegahan yang Memikat
Masjid Tiban yang terletak di Turen sering disebut sebagai masjid ajaib. Konon, masjid megah berlantai 10 ini dibangun oleh para santri dan jamaah tanpa sepengetahuan warga sekitar. Arsitekturnya sangat unik dengan dominasi warna biru dan putih, dihiasi ornamen detail seperti istana Timur Tengah.
Setiap lantai memiliki fungsi berbeda, ada yang digunakan untuk shalat, aula pengajian, hingga pusat oleh-oleh. Tak heran jika masjid ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang dari berbagai kota.

Alamat: Jl. KH. Wahid Hasyim, Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang
Fakta menarik: Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1978 dan hingga kini terus diperluas, membuatnya tampak seperti tak pernah selesai.
โMasjid Tiban selalu membuat saya kagum. Rasanya sulit percaya ada bangunan sedetail ini berdiri di sebuah desa kecil.โ
Makam Mbah Djoego โ Jejak Ulama yang Dihormati
Selain Sunan Ampel di Surabaya, Malang juga punya destinasi ziarah makam ulama besar, yakni Makam Mbah Djoego. Beliau dikenal sebagai penyebar Islam di kawasan Batu dan Malang. Makam ini kerap diziarahi peziarah dari berbagai daerah, terutama saat haul tahunan.
Suasana di area makam sangat tenang dengan pepohonan rindang yang membuat hati terasa sejuk. Tradisi tahlil dan doa bersama masih rutin dilakukan oleh warga sekitar.

Alamat: Jl. Raya Mbah Djoego, Tlekung, Junrejo, Kota Batu (sekitar 20 menit dari pusat Malang)
Fakta menarik: Mbah Djoego dikenal sebagai murid Sunan Kalijaga dan salah satu tokoh penting penyebaran Islam di Jawa Timur bagian selatan.
โSuasana makam wali selalu menghadirkan rasa rendah hati, mengingatkan bahwa hidup hanyalah persinggahan.โ
Kampung Santri Tumpang โ Hidup dalam Tradisi Islami
Kawasan Tumpang di Malang dikenal sebagai kampung santri. Di sini, hampir setiap sudut desa memiliki mushola, madrasah, atau pesantren. Wisatawan yang datang bisa merasakan suasana berbeda: anak-anak berlarian menuju madrasah, lantunan ayat Alquran dari mushola kecil, hingga keramahan warga yang kental dengan nuansa religius.
Kampung ini sering dikunjungi rombongan wisata religi untuk belajar langsung tentang kehidupan sederhana para santri. Atmosfernya begitu kental dengan budaya gotong royong dan nilai-nilai Islami.

Alamat: Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang (sekitar 15 km dari pusat kota)
Fakta menarik: Tumpang juga dikenal sebagai jalur utama menuju Gunung Bromo, sehingga banyak wisatawan religi yang sekalian singgah.
โBerkunjung ke kampung santri mengingatkan saya bahwa kebahagiaan tidak melulu tentang kemewahan, tetapi tentang hidup dengan hati yang tenang.โ
Rekomendasi Kuliner Halal di Malang
Perjalanan wisata Islam di Malang akan semakin lengkap dengan mencicipi kuliner halal yang banyak tersedia di kota ini. Beberapa yang terkenal di kalangan jamaah umroh maupun wisatawan religi antara lain:
- Bakso President โ Jl. Batanghari No.5, Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang. Tempat legendaris dengan bakso yang bisa dinikmati di samping rel kereta.
- Toko Oen Malang โ Jl. Basuki Rahmat No.5, Malang. Restoran tempo dulu dengan menu halal seperti bistik dan nasi goreng spesial.
- Depot Hok Lay โ Jl. KH. Ahmad Dahlan No.10, Malang. Meski kecil, depot ini terkenal dengan cwiemie halal dan minuman legendaris โfoscoโ (susu cokelat botol).
- Nasi Pecel Kawi Hj. Musilah โ Jl. Kawi Atas No.43B, Malang. Menu pecel khas Malang yang halal dan ramah di lidah wisatawan.
โBagi saya, mencicipi kuliner halal khas Malang adalah bagian dari perjalanan spiritual juga, karena rasa yang sederhana mampu membawa pulang kenangan yang hangat.โ
Tips Rute City Tour Religi Malang dalam Sehari
Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata Islam di Malang dalam satu hari, berikut rute city tour religi yang bisa dijadikan referensi:
- Pagi (07.00 โ 09.00): Mulai dari Masjid Agung Jami Malang di alun-alun, shalat dhuha sekaligus menikmati suasana kota di pagi hari.
- Menjelang Siang (09.30 โ 11.00): Lanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, sekitar 30 menit dari pusat kota.
- Siang (11.30 โ 13.00): Singgah di Masjid Tiban Turen untuk shalat dzuhur, berkeliling lantai masjid, dan belanja oleh-oleh khas pesantren.
- Sore (14.00 โ 16.00): Ziarah ke Makam Mbah Djoego di Batu, sembari menikmati udara sejuk kawasan pegunungan.
- Menjelang Malam (16.30 โ 18.00): Akhiri perjalanan di Kampung Santri Tumpang, merasakan atmosfer religius sekaligus persinggahan menuju jalur Bromo.
Untuk kuliner, Anda bisa menyelipkan makan siang di Bakso President setelah dari Masjid Tiban, dan makan malam di Nasi Pecel Kawi sebelum kembali ke hotel.
โMenurut saya, city tour religi sehari penuh di Malang seperti ini bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin yang memberi energi baru.โ






