Piala Dunia 2026 telah menyelesaikan seluruh pertandingan setelah berlangsung hampir enam pekan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Spanyol keluar sebagai juara usai mengalahkan Argentina dengan skor satu gol tanpa balas melalui babak tambahan pada final yang digelar 19 Juli 2026 di New York New Jersey Stadium. Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah keberhasilan mereka pada edisi 2010.
Turnamen kali ini juga mencatat sejarah karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan. Hampir tujuh juta penonton disebut hadir langsung di stadion, sedangkan pertandingan final disaksikan lebih dari 60 juta orang melalui siaran berbahasa Inggris dan Spanyol di Amerika Serikat. Kehadiran tim dari berbagai kawasan membuat Piala Dunia tidak hanya menjadi panggung olahraga, tetapi juga ruang perjumpaan budaya dan agama.
Sejumlah pemain Muslim tampil membela negara masing masing dalam turnamen tersebut. Sebagian menjadi kapten, penjaga gawang utama, pengatur serangan, hingga gelandang bertahan yang bekerja jauh dari sorotan kamera. Identitas keislaman mereka diketahui melalui pernyataan pribadi, kegiatan Ramadan, salat bersama, kunjungan ke masjid, serta wawancara dengan media atau klub.
Daftar berikut tidak dimaksudkan sebagai daftar lengkap seluruh pemain Muslim di Piala Dunia 2026. Agama merupakan wilayah pribadi sehingga seseorang tidak layak disebut Muslim hanya berdasarkan nama, tempat lahir, atau negara yang dibelanya. Nama yang dimasukkan merupakan pemain yang tercatat dalam skuad resmi Piala Dunia dan memiliki jejak publik mengenai keislamannya.
Piala Dunia 2026 Menghadirkan Banyak Pesepak Bola Muslim
Piala Dunia 2026 mempertemukan negara dengan latar belakang sosial yang sangat beragam. Maroko, Mesir, Senegal, Aljazair, Iran, Irak, Yordania, Qatar, Turki, dan Uzbekistan menjadi beberapa peserta dengan jumlah penduduk Muslim yang besar. Meski demikian, agama setiap pemain tetap tidak dapat disimpulkan dari kewarganegaraannya.
Di luar negara tersebut, pemain Muslim juga memperkuat tim Eropa seperti Prancis. Situasi ini menunjukkan bahwa komunitas Muslim dalam sepak bola internasional tersebar luas dan tidak dibatasi oleh satu kawasan tertentu.
Klub Mulai Memberikan Ruang Ibadah bagi Pemain
Perhatian terhadap kebutuhan pemain Muslim semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Kompetisi Inggris telah menerapkan jeda singkat agar pemain yang berpuasa dapat membatalkan puasanya setelah matahari terbenam. Klub juga menyediakan makanan halal, ruang salat, pengaturan nutrisi, dan kesempatan menghadiri kegiatan keagamaan.
Pada Ramadan 2026, pertandingan Manchester City melawan Leeds United sempat dihentikan agar pemain Muslim dapat berbuka. Pep Guardiola menyebut Omar Marmoush, Rayan Cherki, Rayan Ait Nouri, dan Abdukodir Khusanov sebagai pemain yang menjalankan ibadah tersebut. Peristiwa itu memperlihatkan bagaimana kebutuhan keagamaan dapat diakomodasi tanpa menghilangkan tuntutan kompetisi.
Pemain Muslim Mesir di Piala Dunia 2026
Mesir kembali ke Piala Dunia dengan membawa sejumlah pemain yang telah berpengalaman di liga Eropa. Mohamed Salah dan Omar Marmoush menjadi dua bintang utama dalam skuad pilihan Hossam Hassan. Kehadiran mereka memberikan variasi serangan melalui kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan penyelesaian di sekitar kotak penalti.

Mohamed Salah
Mohamed Salah merupakan nama paling dikenal dari skuad Mesir. Pemain Liverpool tersebut telah lama terbuka mengenai identitasnya sebagai Muslim. Ia kerap melakukan sujud setelah mencetak gol, menyampaikan ucapan Ramadan, serta menjalankan puasa ketika jadwal pertandingan memungkinkan.
Salah menjadi salah satu pemain Muslim terkemuka di Liga Inggris. Pengaruhnya bahkan disebut membantu penggemar sepak bola mengenal Islam melalui figur atlet yang disiplin, tenang, dan konsisten di lapangan. Mantan rekannya, Abdoulaye Doucoure, juga menyebut Salah sebagai teladan bagi pemain Muslim.
Di skuad Mesir, Salah tidak hanya berperan sebagai penyerang kanan. Ia menjadi pemimpin yang dapat memberikan arahan kepada pemain lebih muda. Mostafa Mohamed pernah menceritakan bahwa rekan rekannya sering bertanya kepada Salah mengenai rutinitas, persiapan pertandingan, dan kebiasaan selama Ramadan.
Omar Marmoush
Omar Marmoush menjadi salah satu pemain Mesir yang semakin dikenal setelah berkembang di Bundesliga dan kemudian bermain untuk Manchester City. Ia memiliki kemampuan bergerak dari sisi lapangan, masuk ke tengah, serta mencari ruang di belakang pertahanan lawan.
Keislaman Marmoush terlihat melalui keterlibatannya dalam kegiatan Ramadan bersama pemain Muslim Manchester City. Pada Ramadan 2026, ia bersama Rayan Cherki, Rayan Ait Nouri, dan Abdukodir Khusanov menjalani puasa dengan dukungan tim medis dan ahli nutrisi klub.
Kehadiran Marmoush membuat Mesir tidak sepenuhnya bergantung kepada Salah. Pergerakannya membuka ruang bagi penyerang tengah dan memaksa bek lawan membagi perhatian ke beberapa sisi.
Mostafa Mohamed
Mostafa Mohamed turut menjadi bagian penting dalam lini depan Mesir. Penyerang tersebut memiliki postur kuat dan kemampuan menyelesaikan umpan silang. Ia dapat ditempatkan sebagai penyerang utama ketika Mesir membutuhkan pemain yang mampu menahan bola di antara bek lawan.
Dalam sebuah wawancara, Mostafa mengungkapkan kedekatan para pemain Mesir dan menyebut pembicaraan mengenai kegiatan Ramadan bersama Salah. Kesaksian tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan spiritual turut hadir di sela jadwal latihan dan pertandingan tim nasional.
Senegal Membawa Pemimpin Muslim Berpengalaman
Senegal datang ke Piala Dunia 2026 dengan mempertahankan sejumlah pemain senior. Sadio Mané, Kalidou Koulibaly, Idrissa Gana Gueye, dan Edouard Mendy berada dalam kelompok pemain berpengalaman yang dipanggil oleh pelatih Pape Thiaw.
Sadio Mané
Sadio Mané dikenal sebagai pemain Muslim yang cukup terbuka menjalankan ibadahnya. Ia sering terlihat melakukan sujud syukur, mengikuti salat berjamaah, serta memberikan dukungan kepada kegiatan sosial di Senegal.
Dalam sepak bola, Mané menawarkan kecepatan, keberanian berduel, dan kemampuan mencetak gol dari sisi kiri. Pengalamannya bermain bersama klub besar Eropa membuat ia tetap menjadi rujukan bagi pemain Senegal yang lebih muda.
Mané dan Mohamed Salah pernah menjadi pasangan pemain Muslim yang menjadi contoh bagi pesepak bola lain. Keduanya pernah menjadi bagian penting dari lini serang Liverpool sebelum Mané melanjutkan kariernya di luar Inggris.
Kalidou Koulibaly
Kalidou Koulibaly merupakan salah satu bek Muslim paling berpengalaman dalam sepak bola internasional. Ia pernah menyatakan bahwa agama adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupannya. Ketika masih bermain di Inggris, ia mengikuti kegiatan berbuka di pusat kebudayaan Islam London Barat dan berbicara mengenai puasa sebagai latihan iman serta kekuatan mental.

Koulibaly juga menjelaskan bahwa dirinya, N’Golo Kanté, Hakim Ziyech, dan Wesley Fofana biasa berdiskusi mengenai Islam. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga memperbaiki perilaku, memahami Al Quran, dan mempelajari ajaran Nabi Muhammad SAW.
Di lapangan, Koulibaly berperan mengatur garis pertahanan, memenangi duel udara, dan membantu tim keluar dari tekanan. Pengalamannya sebagai kapten membuat Senegal memiliki pemimpin yang dapat menjaga ketenangan ketika menghadapi pertandingan besar.
Idrissa Gana Gueye
Idrissa Gana Gueye dikenal sebagai gelandang yang rajin merebut bola dan menutup ruang. Perannya mungkin tidak selalu terlihat mencolok, tetapi keseimbangan permainan Senegal banyak bergantung pada kerja kerasnya di lini tengah.
Abdoulaye Doucoure pernah menjelaskan bahwa Gueye biasa memimpin salat para pemain Muslim di ruang ganti Everton. Gueye dipilih menjadi imam karena lebih senior dan memiliki bacaan yang baik. Lini tengah Everton pada saat itu juga dihuni tiga pemain Muslim, yaitu Gueye, Doucoure, dan Amadou Onana.
Maroko Tetap Memiliki Banyak Figur Muslim Terkenal
Maroko membawa 26 pemain ke Piala Dunia 2026. Nama seperti Yassine Bounou, Noussair Mazraoui, Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, dan Brahim Diaz terdapat dalam daftar tim. Mereka mewakili perpaduan pemain senior dengan anggota skuad yang sedang memasuki periode terbaik kariernya.
Achraf Hakimi
Achraf Hakimi menjadi salah satu bek kanan paling menonjol di sepak bola internasional. Ia dapat berlari sepanjang sisi lapangan, membantu pertahanan, mengirim umpan silang, dan masuk ke kotak penalti sebagai pemain tambahan.
Hakimi pernah menyebut dirinya sebagai Muslim yang menjalankan ajaran agama. Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan komunitas Arab dan Muslim menjadi salah satu alasan dirinya merasa nyaman tinggal di Paris. Dalam wawancara lain, Hakimi menyebut dirinya dan model Imaan Hammam sama sama berasal dari Maroko dan beragama Islam.
Kedekatannya dengan keluarga turut dikenal luas. Hakimi beberapa kali menunjukkan penghormatan kepada ibunya setelah pertandingan besar. Sikap tersebut membuatnya disukai bukan hanya karena kemampuan bermain, tetapi juga karena caranya menjaga hubungan keluarga.
Yassine Bounou
Yassine Bounou atau Bono menjadi salah satu penjaga gawang utama Maroko. Ia memiliki ketenangan menghadapi tembakan jarak dekat dan penalti. Pengalamannya di liga Eropa serta kompetisi internasional membuat lini belakang Maroko lebih percaya diri.

Bounou pernah berbicara mengenai kecintaannya terhadap Ramadan dan kenangan menjalani bulan suci ketika masih kecil. Ia juga dikenal melakukan sujud syukur setelah keberhasilan besar bersama tim nasional.
Noussair Mazraoui
Noussair Mazraoui merupakan pemain bertahan yang dapat ditempatkan di sisi kanan maupun kiri. Manchester United pernah mempertemukannya dengan kelompok suporter Muslim klub untuk membahas kehidupan, sepak bola, serta Ramadan. Ia juga menghadiri kegiatan berbuka yang diselenggarakan di Old Trafford.
Dalam wawancara klub pada 2026, Mazraoui membahas pengalamannya tetap berpuasa di tengah jadwal pertandingan. Kemampuannya menjaga kondisi fisik menunjukkan pentingnya pengaturan makan, istirahat, dan komunikasi dengan staf medis.
Sofyan Amrabat dan Brahim Diaz
Sofyan Amrabat dikenal sebagai gelandang bertahan yang kuat dalam duel dan berani menjaga pemain lawan. Ia secara terbuka pernah menyatakan bahwa dirinya Muslim dan Islam memberinya ketenangan, keyakinan, serta kepercayaan dalam menjalani kehidupan.
Brahim Diaz juga menjalankan puasa Ramadan. Pemain yang dapat menempati beberapa posisi serang tersebut pernah menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bagian dari kehidupan dan agamanya. Ia merasa tetap mampu berlatih dan bermain selama pengaturan kondisi tubuh dilakukan dengan baik.
Riyad Mahrez Memimpin Aljazair
Aljazair kembali tampil di Piala Dunia setelah terakhir kali berpartisipasi pada 2014. Riyad Mahrez menjadi kapten dalam skuad 2026, didampingi pemain senior seperti Ramy Bensebaini, Nabil Bentaleb, dan Aissa Mandi.
Mahrez dikenal sebagai Muslim yang menjalankan puasa Ramadan. Ketika masih bermain di Liga Inggris, namanya termasuk dalam kelompok pemain yang mendapat kesempatan berbuka ketika pertandingan berlangsung setelah matahari terbenam. Kehidupan pribadinya juga mencakup pernikahan yang dilaksanakan melalui tata cara Islam.
Kemampuan kaki kiri Mahrez tetap menjadi senjata utama Aljazair. Ia dapat mengontrol bola di ruang sempit, memotong dari sisi kanan, serta menciptakan peluang melalui umpan pendek maupun tendangan melengkung.

Pemain Muslim dalam Skuad Prancis
Prancis menunjukkan bahwa pemain Muslim tidak hanya ditemukan dalam tim negara berpenduduk mayoritas Islam. Skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026 memuat Ousmane Dembélé, N’Golo Kanté, dan Ibrahima Konaté.
N’Golo Kanté
Kanté merupakan Muslim yang dikenal menjaga kehidupan pribadinya. Ia menjalankan puasa Ramadan meski tetap mengikuti latihan dan pertandingan tingkat tinggi. Semasa di Chelsea, Kanté termasuk dalam kelompok pemain Muslim bersama Koulibaly, Hakim Ziyech, dan Wesley Fofana.
Sebagai gelandang, Kanté memiliki kemampuan menjangkau area luas, membaca arah serangan lawan, dan merebut bola tanpa banyak melakukan pelanggaran. Usianya tidak menghapus nilai pengalamannya bagi Prancis.
Ousmane Dembélé dan Ibrahima Konaté
Ousmane Dembélé dikenal menjalankan tradisi Islam, termasuk berpuasa pada Ramadan dan memilih makanan halal. Ia juga tercatat melangsungkan pernikahan melalui tata cara Muslim. Dalam skuad Prancis, kecepatannya memberikan pilihan serangan dari sisi lapangan maupun area tengah.
Ibrahima Konaté beberapa kali membagikan kegiatan mendengarkan Al Quran serta menjalankan ibadah Ramadan. Sebagai bek tengah, ia mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan mengejar lawan, dan kemampuan mengantisipasi bola udara.

Kekuatan Seorang Mukmin Tidak Hanya Dinilai dari Fisik
Sepak bola menuntut kesehatan tubuh, disiplin, keberanian, dan kemampuan mengendalikan emosi. Namun, ajaran Islam tidak membatasi kekuatan hanya pada otot atau kemampuan memenangkan pertandingan. Kekuatan juga mencakup keteguhan iman, kesungguhan berusaha, kesabaran menerima hasil, dan kemauan menggunakan kemampuan untuk kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis sahih yang diriwayatkan Abu Hurairah:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh sungguhlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah.” Riwayat Muslim nomor 2664.
Hadis tersebut dapat menjadi pengingat bagi pesepak bola maupun penggemar bahwa kemampuan fisik perlu disertai sikap bertanggung jawab. Kemenangan tidak seharusnya melahirkan kesombongan, sedangkan kekalahan tidak boleh menghilangkan kemauan untuk berusaha. Para pemain Muslim di Piala Dunia membawa nama negara dan klub, tetapi pada saat yang sama mereka tetap memiliki kewajiban menjaga ibadah, perilaku, serta hubungan baik dengan sesama.






