Ada kalanya seseorang merasa dadanya sesak bukan karena lelah fisik, melainkan karena sadar pernah melanggar batas. Di momen seperti itu, sholat taubat sering dipilih sebagai jalan pulang yang paling jujur: berwudhu, berdiri di hadapan Allah, lalu mengakui salah dengan sungguh sungguh. Dalil yang kerap dijadikan pegangan adalah kabar dari Rasulullah SAW bahwa seseorang yang berbuat dosa, lalu bersuci, sholat dua rakaat, kemudian memohon ampun, Allah mengampuninya.
Sebelum masuk ke rincian doa doa yang biasa dibaca, penting untuk meluruskan satu hal: sholat taubat itu bukan sekadar rangkaian lafaz. Ia menuntut hati yang serius untuk berhenti, menyesal, dan berazam tidak mengulang. Para ulama menekankan tiga inti taubat yang diterima: menyesal, berhenti dari dosa, dan tekad tidak mengulanginya.
Sholat taubat nasuha itu apa, dan kenapa disebut nasuha
Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebagai ikhtiar bertaubat, biasanya dua rakaat, lalu dilanjutkan dengan istighfar dan permohonan ampun. Dalam penjelasan yang masyhur di kalangan ulama, setelah selesai sholat dua rakaat, seseorang melanjutkan taubat dengan membaca istighfar disertai penyesalan dan tekad kuat menjauhi dosa serta tidak mengulanginya.
Istilah “taubat nasuha” sering dipahami sebagai taubat yang bersih, lurus, dan tuntas. Dalam praktik, taubat ini bukan hanya ucapan, tapi perubahan sikap yang nyata.

Tiga inti taubat yang wajib ada di hati
Ulama menjelaskan bahwa agar taubat diterima, seseorang perlu memenuhi tiga hal pokok: menyesal, berhenti dari dosa, dan bertekad tidak mengulanginya.
Bila dosa berkaitan dengan hak orang lain, taubat juga menuntut penyelesaian hak itu: mengembalikan, meminta maaf, atau mencari kerelaan.
“Menyesal adalah taubat” sebagai kunci batin
Ada ungkapan yang sering dikutip ulama, “Menyesal adalah taubat.” Ini menegaskan bahwa pusat taubat berada di hati, bukan di banyaknya kalimat.
Setelah memahami ruhnya, barulah doa doa sholat taubat terasa lebih hidup karena ia keluar dari kesadaran, bukan sekadar hafalan.
Waktu sholat taubat 2 rakaat yang dianjurkan, dan waktu yang tidak dipakai
Sholat taubat boleh dikerjakan kapan saja, siang atau malam, selama tidak berada pada waktu yang dilarang untuk sholat sunnah. Banyak orang memilih malam hari karena suasananya lebih tenang dan mudah khusyuk, tetapi yang paling penting adalah segera bertaubat saat sadar bersalah.
Dalam rujukan umum, ada beberapa waktu yang termasuk larangan sholat sunnah, di antaranya setelah Subuh sampai matahari naik dan setelah Ashar sampai matahari terbenam.
Ringkasnya waktu yang dihindari
Berikut ringkas yang sering dipakai dalam penjelasan para ulama dan lembaga keislaman:
- Setelah sholat Subuh sampai matahari naik
- Saat matahari tepat di atas kepala menjelang Dzuhur
- Setelah sholat Ashar sampai matahari terbenam
Jika Anda baru tersadar dari dosa di waktu tersebut, tetap lakukan taubat dengan istighfar dan penyesalan, lalu tunaikan sholat taubat ketika waktu larangan sudah lewat.
Niat sholat taubat 2 rakaat yang benar
Sebelum sholat dimulai, niat ada di dalam hati. Banyak panduan di Indonesia juga menuliskan lafaz niat untuk membantu menghadirkan kesungguhan.
Bacaan niat yang paling sering dicantumkan untuk sholat taubat dua rakaat adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya: Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala
Jika Anda tidak melafalkan pun tidak masalah, karena niat tempatnya di hati. Lafaz hanya sarana untuk menata fokus.
Tata cara sholat taubat 2 rakaat dari takbir sampai salam
Setelah niat, sholat dikerjakan seperti sholat sunnah pada umumnya. Anda tidak perlu membuat gerakan baru. Yang dibedakan adalah tujuan batin dan keseriusan meminta ampun setelah salam.
Secara praktik, sholat taubat dilakukan dua rakaat, sama seperti sholat sunnah: takbir, Al Fatihah, surat, ruku, i’tidal, sujud, duduk, sujud, lalu berdiri ke rakaat kedua hingga salam.
Bacaan surat dalam sholat taubat, boleh apa saja
Tidak ada kewajiban surat tertentu. Anda boleh membaca surat pendek yang Anda hafal. Banyak orang memilih yang mudah, agar pikiran tidak terpecah dan hati lebih hadir.
Bila Anda ingin memberi “warna” khusus pada sholat taubat, pilih surat yang mengingatkan kelembutan ampunan Allah, namun tetap realistis dengan hafalan yang Anda miliki.
Rasa takut dan harap yang seimbang saat sholat
Di sinilah sholat taubat terasa beda. Dalam sholat biasa, kita bisa saja melaju tanpa sadar. Dalam sholat taubat, Anda membawa dua rasa sekaligus: takut karena pernah salah, dan harap karena pintu ampunan Allah luas.
Kalimat yang sering saya pegang ketika menulis tema ini adalah: “Yang membuat taubat mulia bukan karena pelakunya tidak pernah jatuh, tetapi karena ia memilih bangun dan kembali.”
Doa sholat taubat: apa yang dibaca setelah salam
Setelah salam, fase yang paling ditunggu justru dimulai. Di sini Anda beristighfar, memohon ampun, lalu menyampaikan permintaan dengan bahasa yang paling jujur.

Dalam penjelasan yang populer, setelah sholat dua rakaat dilanjutkan bertaubat dengan membaca istighfar disertai penyesalan dan tekad kuat untuk tidak mengulanginya.
Berikut beberapa doa yang lazim dipakai. Anda boleh memilih salah satu atau menggabungkan, selama tetap menjaga hati hadir.
1. Istighfar pendek yang banyak diamalkan
Astaghfirullaahal ‘adziim
Alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih
Yang penting, ucapkan pelan dan pahami pengakuannya: memohon ampun kepada Allah yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri, lalu menyatakan kembali kepada Nya.
2. Sayyidul istighfar, “penghulu istighfar” yang sangat kuat
Sayyidul istighfar dikenal luas sebagai istighfar dengan redaksi lengkap dan adab yang indah.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ
أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ
أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي
فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin yang umum dipakai:
Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.
Inti doanya sangat jelas: mengakui nikmat, mengakui dosa, lalu memohon ampun, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Allah.
3. Doa taubat nasuha dengan bahasa sendiri
Selain lafaz lafaz ma’tsur, Anda sangat dianjurkan berdoa memakai kalimat sendiri. Ini sering dilupakan orang, padahal di titik ini Anda bisa menyebut dosa tanpa detail yang membuka aib, cukup akui di hadapan Allah, lalu minta ditolong untuk meninggalkannya.
Contoh susunan yang sederhana:
“Ya Allah, aku menyesal atas kesalahanku. Ampuni aku. Bersihkan hatiku. Beri aku kekuatan untuk meninggalkan yang haram, menjaga pandanganku, menjaga lisanku, dan menutup jalan menuju dosa itu.”
Doa sholat taubat nasuha: urutan yang sering dipakai agar hati lebih tertata
Agar tidak bingung, banyak orang mengikuti urutan yang rapi setelah salam. Ini bukan aturan baku, tetapi membantu fokus, apalagi ketika emosi sedang penuh.
Berikut urutan yang umum:
- Duduk tenang, tarik napas perlahan, hadirkan rasa menyesal
- Membaca istighfar beberapa kali, misalnya 33 atau 100 kali, sesuai kemampuan
- Membaca sayyidul istighfar sekali atau beberapa kali
- Memohon ampun dengan bahasa sendiri
- Jika dosa terkait hak orang lain, niatkan langkah nyata untuk menyelesaikannya sesuai kemampuan
Kalau Anda sedang benar benar berat, jangan buru buru berdiri setelah sholat. Duduklah lebih lama. Kadang yang dibutuhkan jiwa bukan tambahan bacaan, melainkan kejujuran yang lebih dalam.
Sholat taubat dan janji untuk memperbaiki diri, apa yang sebaiknya langsung dilakukan
Sesudah doa, biasanya ada dorongan “ingin cepat lupa” agar tidak malu dengan diri sendiri. Namun taubat yang sehat justru membuat kita ingat sebagai pelajaran, lalu bergerak memperbaiki kebiasaan.
Dalam pembahasan taubat para ulama, jika dosa berupa meninggalkan kewajiban maka perlu mengqadha, dan jika dosa berkaitan dengan sesama manusia maka perlu menyelesaikan hak atau meminta kerelaan.

Jika dosa terkait sholat yang ditinggalkan
Mulailah dengan mencatat sholat wajib yang terlewat jika Anda mampu mengingatnya, lalu cicil qadha sesuai kemampuan. Ini langkah yang sering membuat taubat lebih terasa “nyata”.
Jika dosa terkait harta atau hak orang lain
Kembalikan hak itu, atau minta maaf, atau cari jalan ganti rugi yang paling adil. Jika tidak sanggup sekarang, susun rencana yang realistis dan mulai dari nominal kecil, yang penting jalan.
Menjaga pintu taubat tetap terbuka dengan kebiasaan ringan
Anda tidak harus berubah drastis dalam sehari, tapi jangan juga membiarkan diri kembali ke tempat yang sama. Jaga dengan kebiasaan sederhana: istighfar di sela aktivitas, memperbaiki pergaulan, dan menghindari pemicu yang dulu menggiring ke dosa itu.
“Kadang Allah menyelamatkan kita bukan lewat peristiwa besar, tetapi lewat keputusan kecil yang diulang setiap hari.”
Pertanyaan yang sering muncul tentang doa sholat taubat 2 rakaat
Banyak pembaca bertanya hal yang sama, terutama ketika ingin mengamalkan namun takut salah.
Apakah sholat taubat harus dua rakaat
Yang paling masyhur adalah dua rakaat, sesuai riwayat tentang seseorang yang bersuci lalu sholat dua rakaat kemudian beristighfar.
Apakah doa setelah sholat taubat harus pakai lafaz tertentu
Tidak wajib satu lafaz saja. Anda boleh membaca istighfar pendek, sayyidul istighfar, dan doa dengan bahasa sendiri. Banyak panduan menampilkan contoh sayyidul istighfar dan istighfar pendek sebagai bacaan yang populer.
Kalau terlanjur sholat di waktu yang terlarang bagaimana
Jika itu sholat sunnah murni, ulama menjelaskan ada waktu waktu yang dilarang untuk sholat sunnah. Pegang patokan setelah Subuh sampai matahari naik dan setelah Ashar sampai matahari terbenam.
Jika Anda terlanjur karena tidak tahu, jangan tenggelam dalam rasa bersalah baru. Beristighfarlah, lalu ulangi sholat taubat di waktu yang dibolehkan.
Apakah sholat taubat harus menunggu malam
Tidak harus. Anda bisa melakukannya segera ketika sadar. Yang paling penting adalah tidak menunda taubat dan tidak meremehkan dosa.
Contoh susunan lengkap sholat taubat nasuha 2 rakaat dari awal sampai doa
Agar lebih mudah dipraktikkan, berikut contoh susunan yang banyak dipakai:
Pertama, ambil wudhu dengan tenang, lalu cari tempat yang lebih sepi dan bersih. Setelah itu niat sholat taubat dua rakaat di dalam hati, boleh dilafazkan: “Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Kedua, sholat dua rakaat seperti sholat sunnah pada umumnya sampai salam.
Ketiga, setelah salam, baca istighfar pendek beberapa kali, lalu baca sayyidul istighfar, kemudian berdoa dengan bahasa sendiri sambil menghadirkan penyesalan dan tekad tidak mengulang, sebagaimana ditekankan dalam penjelasan ulama.






