Bagi umat Islam, perjalanan ke Tanah Suci Makkah dan Madinah adalah impian yang penuh makna. Ada dua jenis ibadah yang sering menjadi tujuan utama umat Muslim di seluruh dunia, yaitu umroh dan haji. Meski sama sama dilakukan di kota suci dan melibatkan rangkaian ibadah yang mirip, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang wajib dipahami.
Umroh sering disebut sebagai haji kecil, sedangkan haji disebut sebagai haji akbar. Keduanya memiliki nilai spiritual yang luar biasa, tetapi syarat, waktu, hukum, hingga keutamaannya tidak sama. Pengetahuan tentang perbedaan ini akan membantu calon jamaah untuk mempersiapkan diri lebih baik, baik secara finansial, mental, maupun fisik.
Sebagai seorang penulis yang sering mengikuti isu travel Islami, saya merasakan bahwa membedakan haji dan umroh bukan hanya penting dari sisi ilmu agama, tetapi juga praktis dalam kehidupan sehari hari. Banyak calon jamaah yang ingin berangkat ke tanah suci, tetapi bingung harus memulai dari mana.
Hukum Umroh dan Haji
Perbedaan pertama yang sangat mendasar terletak pada hukum keduanya.
Hukum Haji
Haji adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al Quran Surah Ali Imran ayat 97. Haji menjadi rukun Islam kelima sehingga siapa pun yang memiliki kemampuan finansial, fisik, dan keamanan perjalanan, wajib melaksanakannya minimal sekali seumur hidup.
Hukum Umroh
Umroh berbeda dengan haji. Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan tetapi tidak wajib. Namun, ada juga pendapat ulama yang menyatakan bahwa umroh hukumnya wajib sekali seumur hidup. Meskipun tidak sebesar kewajiban haji, umroh tetap menjadi ibadah mulia yang mampu mendekatkan diri kepada Allah.
Sebagai catatan pribadi, saya melihat banyak jamaah Indonesia menjadikan umroh sebagai latihan sebelum haji. Selain lebih ringan, umroh juga bisa menjadi awal perjalanan spiritual sebelum menjalani ibadah haji yang lebih berat.
Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan haji dan umroh berbeda secara signifikan.
Waktu Haji
Haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan puncaknya pada bulan Dzulhijjah. Rangkaian ibadah puncak berlangsung pada tanggal 8 sampai 13 Dzulhijjah dengan wukuf di Arafah sebagai inti.
Waktu Umroh
Umroh bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Tidak ada batasan bulan tertentu, sehingga jamaah bebas memilih waktu keberangkatan. Inilah yang membuat umroh menjadi lebih fleksibel dan populer di kalangan Muslim Indonesia yang ingin segera merasakan suasana tanah suci.
Rangkaian Ibadah
Rangkaian ibadah juga menjadi pembeda jelas antara haji dan umroh.
Rukun Haji
Rukun haji terdiri dari:
- Ihram dengan niat haji
- Wukuf di Arafah
- Tawaf Ifadah
- Sa’i antara Safa dan Marwah
- Tahallul atau mencukur rambut
- Tertib
Yang membedakan adalah adanya wukuf di Arafah. Tanpa wukuf, haji dianggap tidak sah.
Rukun Umroh
Umroh lebih singkat, yaitu:
- Ihram dengan niat umroh
- Tawaf mengelilingi Ka’bah
- Sa’i antara Safa dan Marwah
- Tahallul atau mencukur rambut
Umroh tidak mengenal wukuf di Arafah maupun mabit di Mina dan Muzdalifah. Karena itulah ibadahnya lebih ringan.
Wukuf sebagai Puncak Haji
Wukuf di Arafah adalah momen puncak haji yang tidak ada padanannya dalam ibadah lain. Di sinilah jutaan jamaah berkumpul, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah.
Biaya dan Persiapan
Persiapan biaya menjadi faktor penting yang membedakan umroh dan haji.
Biaya Haji
Haji membutuhkan biaya lebih besar karena melibatkan perjalanan panjang, fasilitas akomodasi lebih lama, serta sistem kuota yang terbatas. Biaya rata rata haji reguler di Indonesia berkisar antara 50 hingga 70 juta rupiah, bahkan lebih untuk haji plus.
Biaya Umroh
Umroh relatif lebih terjangkau, biasanya mulai dari 25 hingga 40 juta rupiah tergantung fasilitas. Karena lebih murah dan tidak ada antrean panjang, banyak jamaah memilih umroh sebagai alternatif sebelum menunaikan haji.
Dalam pandangan saya, biaya umroh yang lebih ringan ini membuat banyak keluarga Indonesia bisa merencanakan perjalanan spiritual ke tanah suci meski belum mendapat giliran haji.
Durasi Ibadah
Perbedaan durasi juga cukup mencolok.
Durasi Haji
Haji memakan waktu lebih lama, rata rata 30 sampai 40 hari bagi jamaah asal Indonesia. Hal ini karena selain menempuh perjalanan jauh, jamaah juga harus mengikuti rangkaian ibadah di beberapa tempat suci.
Durasi Umroh
Umroh lebih singkat. Rata rata jamaah Indonesia menjalani 9 hingga 12 hari termasuk perjalanan, ziarah, dan ibadah. Bahkan secara praktik, umroh bisa diselesaikan hanya dalam hitungan jam bila hanya melaksanakan rukunnya.
Keutamaan Spiritual
Haji dan umroh sama sama memiliki keutamaan luar biasa, tetapi tingkatannya berbeda.
Keutamaan Haji
Haji mabrur disebut Rasulullah SAW sebagai ibadah yang balasannya hanya surga. Nilai spiritualnya tidak ada tandingan. Karena itu, haji sering dianggap sebagai puncak penyempurna rukun Islam.
Keutamaan Umroh
Umroh juga memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa umroh ke umroh berikutnya akan menghapus dosa di antara keduanya. Meski tidak seagung haji, umroh tetap menjadi ibadah mulia yang mendekatkan seorang hamba dengan Allah.
Antrean dan Kuota
Masalah antrean menjadi isu besar dalam pelaksanaan haji.
Kuota Haji
Setiap negara mendapat kuota terbatas dari pemerintah Arab Saudi. Indonesia sebagai negara dengan jamaah terbanyak di dunia harus mengatur antrean yang panjang, bahkan bisa mencapai belasan tahun.
Umroh Tanpa Kuota
Berbeda dengan haji, umroh tidak diatur dengan kuota sehingga jamaah bisa berangkat kapan saja. Meski demikian, belakangan ada regulasi tambahan dari pemerintah Arab Saudi terkait visa elektronik dan musim tertentu.
Ziarah ke Tempat Bersejarah
Baik haji maupun umroh sama sama memberi kesempatan untuk mengunjungi tempat bersejarah di Makkah dan Madinah.
Ziarah Saat Haji
Ketika haji, fokus utama jamaah adalah menyelesaikan rukun haji. Kesempatan ziarah biasanya lebih terbatas karena padatnya rangkaian ibadah.
Ziarah Saat Umroh
Saat umroh, jamaah biasanya lebih leluasa mengunjungi tempat bersejarah seperti Jabal Uhud, Masjid Quba, dan Gua Hira. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah umroh.
Tabel Perbandingan Umroh dan Haji
Aspek | Haji | Umroh |
---|---|---|
Hukum | Wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu | Sunnah muakkadah, sebagian ulama mewajibkan sekali seumur hidup |
Waktu | Bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah | Bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun |
Rukun | Ihram, Wukuf di Arafah, Tawaf, Sa’i, Tahallul, Tertib | Ihram, Tawaf, Sa’i, Tahallul |
Durasi | 30–40 hari rata rata | 9–12 hari rata rata |
Biaya | 50–70 juta rupiah (reguler) | 25–40 juta rupiah |
Kuota | Ada kuota terbatas, antrean belasan tahun | Tidak ada kuota, bebas berangkat |
Keutamaan | Haji mabrur balasannya surga | Menghapus dosa di antara dua umroh |
Perspektif Penulis
Sebagai penulis yang sering berinteraksi dengan jamaah, saya melihat umroh dan haji bukanlah dua ibadah yang perlu dibandingkan untuk dipilih salah satunya. Keduanya memiliki tempat masing masing dalam syariat Islam. Umroh bisa menjadi pintu pembuka menuju haji, sementara haji adalah puncak penyempurnaan rukun Islam.
“Menurut saya, umroh ibarat latihan spiritual yang penuh berkah, sedangkan haji adalah puncak pengabdian yang seumur hidup hanya bisa dilakukan sekali. Kedua ibadah ini saling melengkapi, bukan saling menggantikan.”