Cara Memakai Kain Ihram yang Benar untuk Laki Laki dan Perempuan

Haji & Umrah19 Views

Kain ihram adalah simbol kesucian dalam ibadah haji dan umrah. Pemakaiannya bukan sekadar aturan berpakaian, tetapi juga mencerminkan kesiapan hati seorang muslim untuk menanggalkan segala bentuk perbedaan duniawi dan kembali pada fitrah kesederhanaan. Banyak jamaah yang sering merasa bingung saat pertama kali mengenakan kain ihram, baik laki laki maupun perempuan. Oleh karena itu, memahami tata cara pemakaian yang benar sangatlah penting agar ibadah berjalan khusyuk.

Sebagai penulis di portal berita islami aet.co.id, saya merasa bahwa pengetahuan tentang ihram ini wajib dipahami oleh umat Islam, bukan hanya sebagai syarat teknis, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan pada makna spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Ketika pertama kali saya mengenakan kain ihram, ada perasaan yang sulit dijelaskan. Rasa sederhana bercampur dengan rasa haru, seolah kita benar benar melepas segala atribut dunia dan berdiri sama rata di hadapan Allah.”


Kain Ihram untuk Laki Laki

Pemakaian kain ihram bagi laki laki memiliki aturan khusus yang berbeda dari perempuan. Laki laki tidak diperbolehkan memakai pakaian berjahit saat ihram, sehingga kain ihram berbentuk lembaran tanpa jahitan menjadi syarat mutlak.

Persiapan Sebelum Memakai Kain Ihram

Sebelum mengenakan kain ihram, laki laki dianjurkan untuk mandi besar atau mandi sunnah ihram. Setelah itu, disarankan pula memotong kuku, mencukur rambut ketiak dan kemaluan, serta merapikan rambut kepala. Hal ini bertujuan agar tubuh dalam keadaan bersih sebelum masuk ke dalam niat ihram.

Cara Mengenakan Lembaran Bawah

Lembaran pertama kain ihram dikenakan untuk menutup bagian bawah tubuh. Caranya, kain dililitkan dari pinggang hingga menutupi bagian lutut. Biasanya, jamaah melilitkan kain ihram ini dengan cara dilipat agar lebih kuat menempel dan tidak mudah melorot. Ikat pinggang atau sabuk khusus boleh digunakan untuk membantu mengencangkan kain.

Cara Mengenakan Lembaran Atas

Lembaran kedua kain ihram dikenakan pada bagian atas tubuh. Kain diletakkan di atas pundak, menutup dada hingga punggung. Posisi kain atas bisa disesuaikan, apakah seluruh tubuh tertutup atau dengan menyisakan bahu kanan terbuka ketika sedang melaksanakan thawaf, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Dalam keadaan ihram, laki laki tidak diperbolehkan menutup kepala dengan peci, sorban, atau topi. Sandal atau alas kaki yang dipakai pun tidak boleh menutup mata kaki dan jari jari. Semua aturan ini merupakan bagian dari simbol kesederhanaan dalam ihram.


Kain Ihram untuk Perempuan

Berbeda dengan laki laki, perempuan tidak diwajibkan mengenakan kain ihram khusus. Mereka tetap diperbolehkan memakai pakaian yang biasa dipakai sehari hari, asalkan memenuhi syarat syariat, yaitu menutup seluruh aurat kecuali wajah dan telapak tangan.

Persiapan Sebelum Memakai Ihram

Perempuan juga dianjurkan untuk mandi sunnah ihram sebelum berniat. Sama seperti laki laki, kebersihan tubuh harus diperhatikan. Selain itu, perempuan dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang longgar, tidak tipis, dan tidak membentuk lekuk tubuh.

Pilihan Pakaian yang Dianjurkan

Umumnya, perempuan memilih busana muslimah yang sederhana, seperti gamis longgar berwarna putih atau netral. Pemakaian jilbab tetap diperbolehkan selama tidak menutupi wajah. Perempuan dilarang menggunakan cadar atau niqab serta tidak diperkenankan memakai sarung tangan ketika sedang ihram.

Aksesori dan Hal yang Dihindari

Perempuan tidak boleh berhias berlebihan saat ihram. Penggunaan parfum atau wangi wangian pun dilarang. Alas kaki yang digunakan harus nyaman, sebab perjalanan ibadah haji dan umrah akan melibatkan banyak aktivitas berjalan kaki.


Filosofi di Balik Pemakaian Kain Ihram

Kain ihram tidak hanya sekadar pakaian ibadah, tetapi juga simbol kesetaraan manusia di hadapan Allah. Laki laki hanya memakai dua lembar kain tanpa jahitan, sementara perempuan tetap menutup aurat dengan kesederhanaan. Tidak ada lagi status sosial, kekayaan, atau kedudukan duniawi yang bisa dibanggakan. Semua jamaah berdiri sama di hadapan Sang Pencipta.

“Setiap kali melihat lautan jamaah dalam balutan kain putih, hati saya bergetar. Begitu indah rasanya menyadari bahwa kita semua sama, tanpa ada perbedaan. Yang membedakan hanyalah ketakwaan kita kepada Allah SWT.”


Tips Praktis Mengenakan Kain Ihram

Selain memahami tata cara dasar, ada beberapa tips praktis agar pemakaian kain ihram lebih nyaman selama ibadah berlangsung.

Gunakan Ikat Pinggang Ihram

Untuk laki laki, ikat pinggang khusus ihram sangat membantu agar kain bagian bawah tidak mudah melorot. Selain itu, ikat pinggang ini biasanya memiliki kantong kecil yang berguna untuk menyimpan barang penting seperti uang atau kartu identitas.

Pilih Kain dengan Bahan yang Nyaman

Karena ibadah haji dan umrah dilakukan di wilayah yang panas, kain ihram sebaiknya terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat. Bahan yang nyaman akan memudahkan pergerakan dan mengurangi rasa gerah.

Latihan Memakai Sebelum Berangkat

Bagi jamaah yang baru pertama kali beribadah, ada baiknya berlatih memakai kain ihram sebelum berangkat. Hal ini akan mengurangi rasa canggung dan memastikan jamaah bisa lebih fokus pada ibadah tanpa khawatir pakaian terbuka.