Sholat Jenazah Laki Laki dan Perempuan, Berapa Rakaat dan Bedanya

Hukum Islam534 Views

Sholat jenazah sering ditanyakan kembali menjelang pengurusan jenazah di lingkungan keluarga atau warga, terutama soal jumlah rakaat dan perbedaan tata cara untuk jenazah laki laki dan perempuan. Pertanyaan ini penting karena sholat jenazah termasuk ibadah yang punya susunan khusus, tidak sama dengan sholat fardhu harian.

Dalam tuntunan fikih yang banyak dipakai di Indonesia, sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah dan dilaksanakan dengan berdiri bagi yang mampu, empat kali takbir, lalu membaca bacaan tertentu tanpa ruku, tanpa sujud, dan tanpa tasyahud.

Yang paling perlu diluruskan dari pertanyaan “berapa rakaat” adalah ini: sholat jenazah bukan dihitung dengan rakaat, tetapi dengan jumlah takbir, yang umumnya empat kali. Hadis tentang Nabi Muhammad SAW yang menshalatkan jenazah dengan empat takbir juga banyak dikenal dalam riwayat sahih.


Jawaban Inti, Sholat Jenazah Bukan Rakaat tetapi Empat Takbir

Banyak orang menyebut “rakaat” karena terbiasa dengan sholat Subuh, Zuhur, atau Magrib. Dalam sholat jenazah, istilah yang tepat bukan rakaat. Ibadah ini dilakukan sambil berdiri dengan rangkaian takbir dan doa.

Keterangan ini sejalan dengan penjelasan para ulama fikih bahwa sholat jenazah dilakukan hanya berdiri dan tidak ada ruku, sujud, maupun duduk tasyahud, serta takbirnya dilakukan empat kali secara berurutan.

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW mengabarkan wafatnya An Najasyi, lalu beliau keluar ke tempat sholat, menyusun shaf, dan bertakbir empat kali dalam sholat jenazah.

Jadi jika pertanyaannya “sholat jenazah laki laki dan perempuan berapa rakaat”, jawaban yang benar adalah tidak ada rakaat, melainkan empat takbir. Dalam praktik masyarakat, ucapan “empat rakaat” kadang terdengar, tetapi secara istilah fikih yang lebih tepat adalah “empat takbir”.


Hukum Sholat Jenazah dan Siapa yang Menanggung Kewajibannya

Sebelum masuk ke perbedaan laki laki dan perempuan, perlu dipahami dulu status hukumnya. Sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Artinya, bila sudah ada sebagian muslim yang melaksanakannya, gugur kewajiban dari yang lain. Namun jika tidak ada yang melaksanakan, seluruh komunitas yang mengetahui bisa terkena tanggungan dosa.

Selain kewajiban kolektif, ada keutamaan besar bagi yang menghadiri sholat jenazah. Dalam hadis sahih, orang yang mengikuti jenazah sampai sholat jenazah mendapat pahala satu qirath, dan jika sampai pemakaman mendapat dua qirath.

“Siapa yang mengikuti jenazah seorang muslim karena iman dan mengharap pahala, lalu tetap bersama jenazah itu sampai dishalatkan dan pemakamannya selesai, maka ia pulang dengan dua qirath pahala. Siapa yang hanya menshalatkannya lalu pulang sebelum pemakaman, maka ia pulang dengan satu qirath.”

Ada juga hadis sahih tentang banyaknya orang yang ikut menshalatkan jenazah. Jika empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah ikut menshalatkan, doa mereka menjadi syafaat bagi mayit.

“Tidaklah seorang muslim meninggal lalu dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, melainkan Allah menerima syafaat mereka untuknya.”


Rukun Dasar Sholat Jenazah yang Perlu Diingat

Agar tidak bingung saat berada di rumah duka atau masjid, orang awam cukup mengingat susunan pokoknya. Rukun utama sholat jenazah meliputi niat, berdiri bagi yang mampu, empat takbir, bacaan Al Fatihah, shalawat, doa untuk jenazah, lalu salam.

Berdiri bagi yang mampu dan tidak ada gerakan ruku sujud

Sholat jenazah dikerjakan dengan berdiri, kecuali ada uzur. Ini yang membuat banyak orang merasa lebih singkat, padahal tetap harus tertib bacaan dan takbirnya.

Dalam sholat jenazah hanya berdiri, tidak ada ruku, sujud, maupun duduk tasyahud.

Empat takbir termasuk takbiratul ihram

Dalam hitungan empat takbir, takbir pertama yang menjadi pembuka sholat juga sudah dihitung.

Ini penting diketahui karena di lapangan kadang jamaah baru ikut pada takbir kedua atau ketiga. Makmum masbuk tetap bisa mengikuti imam lalu menyempurnakan takbir yang tertinggal setelah imam salam menurut penjelasan fikih yang umum diajarkan.

Bacaan inti setelah tiap takbir

Urutan yang paling dikenal di Indonesia adalah sebagai berikut. Setelah takbir pertama membaca Al Fatihah. Setelah takbir kedua membaca shalawat kepada Nabi. Setelah takbir ketiga membaca doa untuk jenazah. Setelah takbir keempat membaca doa singkat lalu salam.


Perbedaan Sholat Jenazah Laki Laki dan Perempuan

Secara garis besar, jumlah takbir dan urutan sholat jenazah untuk laki laki dan perempuan sama, yaitu empat takbir. Perbedaan yang paling sering dibahas ada pada lafal niat yang dilafalkan dan posisi imam saat berdiri.

Jadi, jika ada yang bertanya apakah jenazah laki laki empat takbir dan perempuan tiga takbir, jawabannya tidak demikian. Keduanya sama sama empat takbir dalam tuntunan yang lazim dipakai.

Perbedaan pada lafal niat jika dilafalkan

Niat tempatnya di hati. Namun dalam praktik, banyak orang tetap melafalkan niat agar lebih mudah fokus. Untuk jenazah laki laki biasanya menggunakan redaksi seperti hadzal mayyiti, sedangkan untuk perempuan hadzihil mayyitati.

Yang perlu dicatat, inti niat adalah kesengajaan hati untuk menshalatkan jenazah sebagai fardhu kifayah karena Allah. Kalau tidak hafal lafal Arab, niat dalam hati tetap menjadi pokok.

Perbedaan pada doa jenazah laki laki dan perempuan

Perbedaan lainnya ada pada dhamir atau kata ganti dalam doa. Saat mendoakan jenazah laki laki digunakan kata ganti untuk laki laki, sedangkan untuk perempuan digunakan bentuk perempuan. Dalam beberapa buku panduan, orang sering diajarkan versi pendek agar mudah diingat.

Contoh yang populer
Untuk laki laki memakai lafal seperti allahummaghfir lahu warhamhu
Untuk perempuan memakai lafal seperti allahummaghfir laha warhamha

Variasi redaksi doa dapat berbeda antar kitab dan tradisi pengajian, selama isinya doa kebaikan untuk mayit.

Perbedaan posisi imam saat menyalati jenazah

Perbedaan yang paling tampak secara fisik adalah posisi imam. Pada tuntunan yang banyak dikenal, imam berdiri sejajar kepala jenazah laki laki, sedangkan pada jenazah perempuan imam berdiri di bagian tengah tubuh atau sekitar pinggang. Riwayat tentang praktik ini juga sering dijadikan rujukan para ulama.

Anas bin Malik pernah menshalatkan jenazah laki laki dengan berdiri sejajar kepala. Lalu didatangkan jenazah perempuan, beliau berdiri sejajar bagian tengahnya. Ketika ditanya apakah seperti itu yang beliau lihat dari Rasulullah SAW, Anas menjawab, “Ya.”

Dalam riwayat lain, Nabi SAW juga disebut berdiri di bagian tengah saat menshalatkan jenazah perempuan.


Tata Cara Sholat Jenazah Laki Laki dan Perempuan Langkah demi Langkah

Bagian ini bisa dijadikan pegangan cepat saat harus ikut berjamaah di rumah duka. Urutannya sama untuk jenazah laki laki maupun perempuan, hanya menyesuaikan niat, kata ganti doa, dan posisi imam.

1. Menata posisi jenazah dan shaf jamaah

Jenazah diletakkan di depan imam menghadap kiblat, sementara jamaah berdiri berbaris di belakang imam. Untuk laki laki, imam berdiri sejajar kepala. Untuk perempuan, imam berdiri sejajar bagian tengah tubuh.

Bagi makmum, cukup mengikuti posisi shaf seperti sholat berjamaah pada umumnya, hanya bacaan dilirihkan.

2. Niat dalam hati lalu takbir pertama

Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram. Banyak panduan menampilkan contoh niat lengkap untuk laki laki dan perempuan, termasuk redaksi empat takbir dan status imam atau makmum.

Setelah takbir pertama, bacaan yang umum dibaca adalah Al Fatihah. Dalam mazhab Syafii yang banyak diikuti di Indonesia, doa iftitah tidak disunnahkan pada sholat jenazah menurut pendapat yang kuat.

3. Takbir kedua lalu membaca shalawat

Setelah takbir kedua, jamaah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bagi yang belum hafal panjangnya, banyak guru mengajarkan membaca shalawat yang paling mudah dulu, lalu memperbaiki hafalan seiring waktu.

4. Takbir ketiga lalu doa untuk jenazah

Pada tahap ini inti sholat jenazah benar benar tampak, yaitu mendoakan mayit. Bacaan dapat berupa doa yang masyhur dan sahih, termasuk doa panjang atau doa pendek yang berisi permohonan ampun dan rahmat.

Di antara doa Nabi SAW untuk jenazah adalah permohonan ampun, rahmat, keselamatan, pemuliaan tempat singgah, dan pembersihan dari kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran.

Jika jenazah perempuan, sesuaikan kata ganti doanya. Ini bagian yang paling sering terlupa oleh jamaah awam, tetapi jika salah karena tidak tahu, orang biasanya tetap diarahkan dengan lembut oleh imam atau bilal.

5. Takbir keempat lalu doa singkat dan salam

Setelah takbir keempat, sebagian panduan membaca doa singkat lagi, lalu salam. Pada praktik harian di banyak masjid, imam kadang langsung salam setelah doa singkat. Ada variasi dalam bacaan yang dipilih, tetapi rangkaian umumnya tetap sama.


Hal yang Sering Membingungkan Jamaah Saat Sholat Jenazah

Di lapangan, kebingungan bukan hanya soal “berapa rakaat”, tetapi juga soal istilah, posisi, dan bacaan. Bagian ini membantu merapikan hal yang paling sering tertukar.

Apakah wajib hafal niat Arab panjang

Tidak wajib melafalkan niat Arab panjang. Niat adalah pekerjaan hati. Lafal hanya membantu. Inti niat tetap kesengajaan untuk menshalatkan jenazah karena Allah sebagai fardhu kifayah.

Apakah boleh membaca doa pendek jika belum hafal

Untuk orang awam yang belum hafal doa panjang, guru biasanya membimbing dengan doa yang lebih pendek namun tetap berisi permohonan ampun dan rahmat. Yang terpenting adalah benar benar mendoakan kebaikan bagi mayit, bukan sekadar ikut gerakan.

Langkah belajar paling aman adalah menghafal susunan dulu, lalu menambah bacaan sedikit demi sedikit agar saat dibutuhkan tidak panik.

Apakah laki laki dan perempuan jumlah takbirnya berbeda

Tidak. Keduanya sama sama empat takbir dalam tata cara yang umum diikuti di Indonesia dan ditopang riwayat hadis tentang Nabi SAW menshalatkan dengan empat takbir.

Yang berbeda adalah penyesuaian lafal untuk jenis kelamin mayit dan posisi imam saat berdiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *