Tata Cara Pengajian Jika Keluarga Meninggal, Ini Susunan Acara dan Waktunya

Islami136 Views

Pengajian jika keluarga meninggal dapat keluarga lakukan dengan mengundang kerabat, tetangga, atau jamaah untuk membaca Al Quran, berzikir, menyampaikan nasihat agama, serta mendoakan orang yang telah wafat. Islam tidak menetapkan biaya tertentu untuk kegiatan tersebut. Mengenai pengajian berapa hari setelah kematian, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan yang berbeda, sementara para ulama dan organisasi Islam juga memiliki pandangan yang tidak sepenuhnya sama mengenai penentuan hari tertentu.

Ketika salah satu anggota keluarga meninggal dunia, perhatian utama keluarga tentu berkaitan dengan pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga menguburkannya. Setelah proses pemakaman selesai, sebagian keluarga memilih mengadakan Pengajian sebagai ruang untuk berdoa bersama sekaligus menerima kedatangan kerabat dan tetangga yang bertakziah.

Dalam kehidupan masyarakat Muslim Indonesia, acara semacam ini memiliki berbagai sebutan. Ada keluarga yang menyebutnya pengajian keluarga, doa bersama, Yasinan, tahlilan, atau pengajian untuk almarhum dan almarhumah. Susunan acaranya pun tidak selalu sama karena mengikuti kebiasaan keluarga, lingkungan, serta pandangan keagamaan yang mereka ikuti.

Hal yang perlu mendapat perhatian adalah keluarga tidak perlu menjadikan acara tersebut sebagai beban. Orang yang sedang berduka justru membutuhkan dukungan. Karena itu, acara dapat berlangsung sederhana selama tujuan utamanya untuk berdoa, mengingat Allah dan memberikan penguatan kepada keluarga yang kehilangan.

Sekilas Tentang Pengajian Setelah Keluarga Meninggal

Pengajian setelah keluarga meninggal pada dasarnya merupakan kegiatan keagamaan yang biasanya berisi doa, bacaan Al Quran, zikir dan nasihat agama. Dalam tradisi masyarakat tertentu, keluarga juga membaca Yasin dan tahlil kemudian memanjatkan doa untuk orang yang telah meninggal.

NU menjelaskan tahlilan sebagai kegiatan membaca ayat Al Quran serta kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Dalam kebiasaan masyarakat yang menjalankannya, acara tersebut dapat berlangsung selama tujuh malam, kemudian pada hari ke 40, 100 atau 1000.

Namun, penentuan hari tersebut tidak diterima dengan pandangan yang sama oleh seluruh kelompok Islam di Indonesia. Muhammadiyah melalui penjelasan Fatwa Tarjih menyatakan bahwa selamatan dengan paket bacaan tertentu yang ditetapkan pada hari tertentu setelah kematian tidak memiliki tuntunan khusus dalam Islam.

Karena terdapat perbedaan pandangan, keluarga sebaiknya mengikuti tuntunan ulama atau organisasi keagamaan yang menjadi rujukan mereka tanpa menjadikan persoalan tersebut sebagai alasan untuk saling menyalahkan. Berdoa kepada Allah untuk orang yang meninggal tetap mempunyai kedudukan penting, terutama doa seorang anak untuk orang tuanya.


Bagaimana Tata Cara Pengajian Jika Keluarga Meninggal?

Tata cara Pengajian jika keluarga meninggal dapat dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat Al Quran, zikir atau tahlil sesuai kebiasaan jamaah, ceramah singkat, doa untuk orang yang meninggal, kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari keluarga.

Tidak terdapat satu susunan acara yang harus keluarga terapkan dalam setiap pengajian. Karena itu, keluarga dapat menyesuaikan acara dengan keadaan, jumlah jamaah dan kebiasaan masyarakat setempat.

Secara sederhana, susunannya dapat dibuat seperti berikut:

  1. Jamaah berkumpul di rumah keluarga atau tempat yang telah ditentukan
  2. Pembawa acara membuka kegiatan
  3. Keluarga menyampaikan maksud pengajian
  4. Jamaah membaca ayat Al Quran
  5. Jamaah membaca zikir atau tahlil bagi yang menjalankannya
  6. Ustaz atau tokoh agama menyampaikan tausiah singkat
  7. Jamaah mendoakan orang yang meninggal
  8. Perwakilan keluarga menyampaikan terima kasih
  9. Pembawa acara menutup kegiatan

Susunan tersebut bukan aturan baku. Sebuah keluarga bahkan dapat membuat acara yang jauh lebih sederhana dengan membaca Al Quran dan berdoa bersama tanpa acara seremonial yang panjang.

1. Membuka Pengajian dengan Salam dan Basmalah

Pembawa acara dapat memulai pengajian dengan salam, basmalah, serta ucapan terima kasih kepada jamaah yang hadir.

Bagian pembukaan sebaiknya berlangsung singkat. Keluarga sedang berada dalam keadaan berduka sehingga acara tidak perlu menyerupai kegiatan resmi yang membutuhkan banyak sambutan.

Pembawa acara cukup menjelaskan bahwa jamaah berkumpul untuk mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

2. Membaca Ayat Al Quran

Keluarga kemudian dapat memasukkan pembacaan Al Quran dalam rangkaian pengajian. Surah yang dibaca dapat menyesuaikan kebiasaan jamaah.

Sebagian masyarakat membaca Surah Yasin dalam kegiatan doa untuk orang yang meninggal. Sebagian lainnya memilih membaca sejumlah surah pendek atau bagian Al Quran lainnya.

Dalam tradisi tahlil yang dijelaskan NU, rangkaian bacaan dapat memuat ayat Al Quran, tahlil, tasbih, istighfar dan shalawat yang kemudian diikuti doa.

Keluarga sebaiknya meminta ustaz, imam masjid atau tokoh agama yang dipercaya untuk memimpin bacaan apabila belum memahami susunannya.

3. Membaca Zikir dan Tahlil Sesuai Keyakinan Keluarga

Bagi keluarga yang mengikuti tradisi tahlilan, rangkaian acara biasanya melanjutkan pembacaan Al Quran dengan zikir, istighfar, tahmid, tasbih, shalawat dan kalimat tahlil.

Sementara itu, keluarga yang tidak mengikuti tradisi tahlilan dapat langsung mengadakan kajian singkat dan doa. Perbedaan tersebut perlu dihormati karena organisasi Islam mempunyai penjelasan yang berbeda mengenai pengkhususan bacaan dan waktu acara setelah kematian.

Dengan cara ini, keluarga dapat menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekaligus menjalankan keyakinan keagamaan yang mereka pegang.


Pengajian Orang Meninggal Berapa Hari?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk seluruh umat Islam mengenai pengajian berapa hari setelah seseorang meninggal. Penentuan hari seperti hari pertama, ketiga, ketujuh, ke 40, ke 100 hingga ke 1000 berkaitan erat dengan tradisi keagamaan yang berkembang di sejumlah masyarakat Muslim Indonesia.

Pada masyarakat yang menjalankan tahlilan, pengajian sering berlangsung selama tujuh malam pertama. Setelah itu keluarga dapat kembali mengadakan doa pada hari ke 40, hari ke 100, satu tahun atau hari ke 1000. NU mencatat pola tersebut sebagai salah satu kebiasaan dalam pelaksanaan tahlilan.

Akan tetapi, angka tersebut jangan langsung dipahami sebagai ketentuan wajib bagi setiap Muslim. Muhammadiyah mempunyai pandangan berbeda dan tidak menganjurkan penetapan selamatan tiga hari, tujuh hari atau waktu tertentu sebagai tuntunan ibadah setelah kematian.

Jadi, ketika muncul pertanyaan pengajian orang meninggal berapa hari, jawabannya perlu melihat tradisi dan rujukan agama yang diikuti keluarga.

Apakah Pengajian Harus Dilaksanakan Tujuh Hari Berturut Turut?

Tidak, setiap keluarga Muslim tidak wajib mengadakan pengajian tujuh hari berturut turut. Tujuh malam merupakan pola yang berkembang dalam tradisi tahlilan di sejumlah daerah dan komunitas.

Jika keluarga memilih menjalankannya karena mengikuti tuntunan ulama yang membolehkan tahlilan, mereka dapat melaksanakannya sesuai kemampuan. Sebaliknya, keluarga yang tidak menjalankan tahlilan tetap dapat mendoakan orang yang meninggal tanpa mengadakan acara selama tujuh malam.

Keluarga juga tidak perlu merasa berdosa hanya karena tidak mempunyai kemampuan menyediakan acara besar.


Hadis Tentang Orang yang Telah Meninggal dan Doa Anak Saleh

Salah satu hadis yang sering menjadi rujukan ketika membicarakan amalan setelah seseorang meninggal berasal dari Abu Hurairah. Hadis tersebut menjelaskan tiga perkara yang tetap berhubungan dengan pahala seseorang setelah kematiannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim dan juga dikutip dalam sejumlah materi keagamaan Kementerian Agama.

Hadis ini memberikan dasar yang kuat mengenai pentingnya doa seorang anak untuk orang tuanya. Karena itu, keluarga tidak harus menunggu sebuah acara besar untuk memanjatkan doa.

Anak dapat mendoakan orang tuanya setelah salat, pada waktu beribadah, ketika berziarah, atau ketika mengingatnya. Dengan demikian, doa tidak bergantung pada jumlah tamu, hidangan ataupun besarnya acara yang keluarga selenggarakan.

Doa Apa yang Bisa Dibaca Saat Pengajian Kematian?

Doa pengajian kematian dapat berisi permohonan ampun, rahmat, keselamatan serta kelapangan bagi orang yang telah meninggal. Doa tidak harus panjang agar seseorang dapat memanjatkannya dengan sungguh sungguh.

Dalam tuntunan salat jenazah yang diterbitkan Kementerian Agama terdapat doa bagi jenazah dengan arti:

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, dan lapangkanlah kuburnya.”

Doa tersebut menjadi salah satu contoh permohonan yang dapat dipanjatkan kepada Allah bagi orang yang meninggal.

Pemimpin pengajian juga dapat menambahkan doa untuk keluarga agar memperoleh kesabaran, keteguhan hati dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan.


Berapa Kisaran Biaya Pengajian untuk 100 Orang?

Biaya pengajian untuk 100 orang dapat berkisar sekitar Rp2,7 juta sampai Rp4,4 juta untuk acara sederhana di rumah. Jika keluarga menyewa kursi, tenda, sound system, serta menyediakan nasi kotak dan snack, anggarannya dapat meningkat menjadi sekitar Rp7,4 juta sampai Rp13 juta. Besarnya pengeluaran sangat bergantung pada menu, fasilitas yang sudah tersedia di rumah, daerah tempat tinggal, serta konsep acara yang keluarga pilih.

Sebagai gambaran, harga nasi kotak di wilayah Jabodetabek pada Agustus 2026 berada mulai sekitar Rp23.000, Rp25.000 hingga Rp28.000 per kotak untuk beberapa pilihan menu. Penyedia katering lain menawarkan nasi kotak kelas menengah sekitar Rp35.000 per orang. Dengan demikian, keluarga yang mengundang 100 jamaah perlu menyediakan sekitar Rp2,3 juta sampai Rp3,5 juta hanya untuk makanan utama.

Untuk snack, terdapat paket sekitar Rp12.000 sampai Rp17.000 per kotak pada beberapa penyedia, sementara paket berisi tiga makanan ringan dan air mineral dapat mencapai Rp22.500 per kotak. Paket dengan pesanan 100 kotak juga terkadang sudah memperoleh fasilitas pengiriman gratis untuk wilayah tertentu.

Berikut perkiraan biaya pengajian untuk 100 orang jika keluarga ingin menyiapkan acara yang cukup lengkap.

Kebutuhan PengajianPerkiraan Harga SatuanJumlahPerkiraan Biaya
Nasi kotakRp23.000 sampai Rp35.000100 orangRp2.300.000 sampai Rp3.500.000
Snack boxRp12.000 sampai Rp22.500100 orangRp1.200.000 sampai Rp2.250.000
Air mineral tambahanRp30.000 sampai Rp50.000 per dus3 dusRp90.000 sampai Rp150.000
Sewa kursiRp8.000 sampai Rp15.000100 kursiRp800.000 sampai Rp1.500.000
Sewa tenda sekitar 100 m²Rp17.500 sampai Rp30.000 per m²100 m²Rp1.750.000 sampai Rp3.000.000
Sound systemRp1.000.000 sampai Rp2.000.0001 paketRp1.000.000 sampai Rp2.000.000
Tisu, kantong sampah, kebersihan dan kebutuhan kecilMenyesuaikan1 paketRp300.000 sampai Rp750.000
Perkiraan total100 orangRp7.440.000 sampai Rp13.150.000

Harga sewa kursi pada salah satu penyedia perlengkapan acara tahun 2026 tercatat mulai Rp8.000 untuk kursi lipat, Rp10.000 untuk kursi Futura, serta sekitar Rp15.000 untuk kursi susun dengan cover. Penyedia yang sama menawarkan tenda plafon mulai Rp17.500 per meter persegi dan paket sound system 1.000 watt sekitar Rp1 juta.

Sebagai pembanding, penyedia tenda lainnya memasang harga tenda plafon sekitar Rp20.000 per meter persegi dan tenda semi dekorasi sekitar Rp30.000 per meter persegi. Karena itu, jika keluarga membutuhkan tenda seluas kurang lebih 100 meter persegi, anggaran sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta masih cukup masuk akal untuk dijadikan perkiraan awal.

Untuk pengeras suara, acara dengan 100 jamaah tidak selalu membutuhkan perangkat berkapasitas besar. Salah satu penyedia sound system menawarkan paket 2.000 watt seharga sekitar Rp2 juta yang direkomendasikan untuk audiens sebanyak 75 sampai 125 orang.

Simulasi Pengajian Sederhana 100 Orang di Rumah

Keluarga sebenarnya dapat menekan biaya pengajian 100 orang menjadi sekitar Rp2,7 juta sampai Rp4,4 juta apabila rumah sudah mempunyai ruang yang cukup, kursi dapat meminjam dari tetangga atau masjid, dan tidak perlu menyewa sound system.

Simulasinya dapat terlihat seperti berikut:

KebutuhanPerkiraan Biaya
100 nasi kotakRp2.300.000 sampai Rp3.500.000
Air mineral tambahanRp90.000 sampai Rp150.000
Tisu, plastik sampah dan perlengkapan sederhanaRp100.000 sampai Rp250.000
Teh, kopi atau gula untuk keluarga dan tamuRp100.000 sampai Rp250.000
Dana cadanganRp100.000 sampai Rp250.000
TotalSekitar Rp2.690.000 sampai Rp4.400.000

Pilihan ini cocok jika keluarga ingin membuat Pengajian yang sederhana tanpa mengurangi tujuan utama acara. Terlebih lagi, beberapa paket nasi kotak seharga Rp23.000 sampai Rp28.000 sudah memasukkan air mineral dalam paketnya. Jika menggunakan paket seperti itu, keluarga bahkan dapat mengurangi pembelian air minum tambahan.

Jika Hanya Menyediakan Snack, Biaya Bisa Jauh Lebih Rendah

Pengajian tidak harus selalu menyediakan nasi kotak. Jika acara berlangsung setelah makan malam atau hanya sekitar satu hingga dua jam, keluarga dapat memilih snack box sebagai konsumsi.

Untuk 100 jamaah, snack box dapat menghabiskan sekitar Rp1,2 juta sampai Rp2,25 juta. Salah satu paket yang dipasarkan pada 2026 menawarkan snack seharga Rp12.000 yang sudah berisi beberapa makanan ringan dan air mineral. Sementara itu, paket yang lebih lengkap berisi tiga jenis snack dan air mineral berada pada kisaran Rp22.500.

Jika rumah sudah menyediakan tempat duduk dan tidak membutuhkan tenda maupun sound system tambahan, total biaya pengajian dengan konsep snack sederhana dapat berada di sekitar Rp1,5 juta sampai Rp3 juta setelah memasukkan perlengkapan kecil dan dana cadangan.

Apakah Perlu Menyiapkan Honor untuk Ustaz?

Tidak terdapat tarif agama yang menetapkan berapa biaya untuk ustaz yang memimpin doa atau Pengajian keluarga. Karena itu, honorarium ustaz tidak dimasukkan sebagai angka tetap dalam tabel di atas.

Dalam kehidupan masyarakat, keluarga dapat memberikan uang transport atau bentuk penghormatan lain sesuai kebiasaan daerah dan kemampuan masing masing. Namun, keluarga sebaiknya membicarakannya dengan kerabat atau pengurus masjid setempat agar tidak membuat perkiraan sendiri yang justru terlalu besar.

Hal serupa berlaku ketika tetangga, pengurus RT, jamaah masjid atau kerabat membantu menyiapkan kursi dan perlengkapan. Jika semua fasilitas dapat dipinjam, pengeluaran dapat berkurang beberapa juta rupiah.

Cara Menghemat Biaya Pengajian untuk 100 Jamaah

Keluarga tidak perlu menganggap tabel di atas sebagai jumlah uang yang wajib tersedia. Banyak komponen sebenarnya dapat dihilangkan.

Jika halaman rumah sudah cukup luas, keluarga tidak perlu menyewa tenda. Jika masjid atau RT memiliki kursi, mintalah izin untuk meminjamnya. Untuk acara di dalam rumah dengan jamaah yang tidak terlalu menyebar, pengeras suara kecil milik masjid juga dapat menggantikan penyewaan sound system.

Konsumsi menjadi komponen terbesar yang paling mudah keluarga sesuaikan. Harga nasi kotak untuk 100 orang saja dapat berbeda lebih dari Rp1 juta tergantung pilihan menu. Acuan harga Agustus 2026 menunjukkan paket Rp23.000 untuk 100 orang membutuhkan sekitar Rp2,3 juta, sedangkan paket Rp35.000 membutuhkan sekitar Rp3,5 juta.

Oleh sebab itu, sebelum menentukan biaya pengajian, hitung dahulu jumlah tamu yang kemungkinan benar benar hadir. Menyiapkan tambahan sekitar 5 sampai 10 porsi dapat menjadi pilihan untuk mengantisipasi jamaah tambahan, tetapi keluarga tidak perlu memesan jauh melebihi perkiraan.

Perlu diingat pula bahwa seluruh angka di atas merupakan kisaran biaya pengajian 100 orang, bukan tarif resmi. Harga di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Yogyakarta maupun kabupaten dapat berbeda. Waktu pemesanan, menu, biaya pengiriman, jenis tenda serta fasilitas yang dimiliki keluarga juga akan menentukan jumlah akhir yang harus dikeluarkan.


Etika Mengadakan Pengajian Saat Keluarga Sedang Berduka

Pengajian yang baik seharusnya membantu keluarga merasa lebih tenang, bukan menambah pekerjaan mereka.

Karena itu, anggota keluarga dapat membagi tugas dengan kerabat dekat. Satu orang menerima tamu, anggota lain menyiapkan tempat dan beberapa orang menangani konsumsi jika memang tersedia.

Jamaah juga perlu menjaga sikap selama berada di rumah duka. Hindari percakapan yang terlalu keras, membicarakan persoalan pribadi almarhum, mempertanyakan warisan atau menyampaikan ucapan yang dapat melukai keluarga.

Tujuan takziah ialah memberikan dukungan dan menghibur keluarga. Muhammadiyah menjelaskan bahwa orang yang datang bertakziah hendaknya meringankan beban keluarga yang sedang tertimpa musibah.

Bisakah Pengajian Dibuat Sangat Sederhana?

Bisa. Pengajian untuk keluarga yang meninggal tidak harus menghadirkan ratusan orang atau membutuhkan persiapan besar.

Keluarga dapat mengundang beberapa tetangga dekat dan anggota keluarga setelah salat Magrib atau Isya. Acara dapat berlangsung dengan pembukaan singkat, membaca Al Quran, tausiah beberapa menit, kemudian doa.

Apabila keluarga sedang mengalami kesulitan keuangan, tidak perlu menyediakan makanan berat. Air minum pun sudah cukup jika memang ingin menyediakan sesuatu kepada jamaah.

Kesederhanaan membantu keluarga tetap fokus pada doa dan kebersamaan tanpa harus memikirkan tagihan setelah acara selesai.

Bingung Menyiapkan Pengajian? Dahulukan Doa dan Kemampuan Keluarga

Jika baru kehilangan ayah, ibu, pasangan atau anggota keluarga lainnya, jangan terburu buru membuat acara besar hanya karena khawatir terhadap komentar orang lain. Bicarakan terlebih dahulu dengan anggota keluarga, kemudian hubungi ustaz atau tokoh agama yang selama ini menjadi rujukan.

Tentukan bentuk acara yang sesuai dengan keyakinan keluarga, jumlah tamu yang sanggup diterima serta anggaran yang tersedia. Jika mengikuti tradisi tahlilan, keluarga dapat mengatur waktunya sesuai kebiasaan setempat. Jika tidak mengikuti penetapan hari tertentu, keluarga tetap dapat berkumpul untuk berdoa dan memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sedang kehilangan.

Yang paling penting, jangan sampai biaya pengajian memaksa keluarga berutang atau mengorbankan kebutuhan utama setelah kematian. Kerabat dan tetangga justru dapat mengambil peran dengan membantu konsumsi, menerima tamu, membersihkan rumah dan menemani keluarga.

Dengan persiapan seperti itu, Pengajian dapat berlangsung sederhana, tertib dan tetap memberi ruang bagi keluarga untuk membaca Al Quran, mengingat Allah, mendengarkan nasihat agama serta memanjatkan doa bagi orang yang telah meninggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *