Bagi jamaah umroh maupun haji, keberadaan mesin ATM di sekitar Masjidil Haram adalah sesuatu yang sering kali dianggap sepele, padahal sangat vital. Dengan jumlah jamaah yang mencapai jutaan orang setiap tahunnya, kebutuhan akan akses keuangan yang aman dan cepat menjadi hal penting. Banyak jamaah memilih tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar sejak dari tanah air, melainkan mengandalkan penarikan tunai di Makkah. Selain faktor keamanan, penggunaan ATM juga lebih fleksibel karena memungkinkan jamaah mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan harian.
Menariknya, mesin ATM di sekitar Masjidil Haram tersebar di berbagai titik strategis, baik di dalam kompleks perhotelan mewah, di jalur utama menuju masjid, maupun di pintu masuk yang selalu ramai oleh jamaah. Kehadiran ATM ini menjadi penyelamat, terutama saat jamaah harus segera membayar transportasi, membeli makanan, atau memenuhi kebutuhan lain dengan cepat.
Berikut adalah lima lokasi ATM paling strategis dekat Masjidil Haram yang banyak dipilih jamaah Indonesia.
ATM di Area King Abdul Aziz Gate
King Abdul Aziz Gate merupakan salah satu pintu masuk paling populer ke Masjidil Haram. Letaknya yang megah dan langsung mengarah ke area mataf (tempat tawaf) membuat pintu ini tidak pernah sepi. Tepat di sekitar gerbang ini, terdapat beberapa mesin ATM dari bank-bank besar Arab Saudi, termasuk Al Rajhi Bank dan National Commercial Bank (NCB).
Mesin ATM di area ini hampir selalu ramai, terutama menjelang waktu shalat fardhu. Jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, memilih lokasi ini karena aksesnya yang dekat dan tidak perlu keluar jauh dari area utama ibadah. Namun, karena posisinya begitu strategis, antrean panjang sudah menjadi hal lumrah.
Selain itu, keunggulan ATM di area ini adalah dukungan terhadap kartu internasional dari berbagai jaringan seperti Visa dan MasterCard. Jamaah bisa menarik uang dengan aman, meski harus menyiapkan mental untuk menghadapi antrean panjang.
“Menurut pengalaman saya, ATM di sekitar King Abdul Aziz Gate adalah tempat paling sibuk, tapi juga paling mudah diakses. Saya pribadi merasa lega saat bisa menarik uang tanpa perlu keluar jauh, meski terkadang harus bersabar karena antreannya sangat panjang.”
Tips praktis: jamaah sebaiknya menghindari waktu menjelang shalat karena antrean bisa memakan waktu hingga 20 menit. Pilih waktu selepas Isya atau sebelum Subuh jika ingin lebih tenang.
ATM di Menara Abraj Al Bait
Menara Abraj Al Bait atau Makkah Royal Clock Tower adalah ikon megah di samping Masjidil Haram. Di kompleks perbelanjaan yang berada di dalamnya, tersebar banyak mesin ATM dari berbagai bank besar. Dari Samba, Riyad Bank, hingga Bank Albilad, semua tersedia dalam jumlah banyak, baik di area basement maupun lantai lobi.
Keunggulan lokasi ini bukan hanya jumlah ATM yang melimpah, tetapi juga kenyamanan karena berada di dalam pusat perbelanjaan modern. Jamaah bisa sekaligus berbelanja kebutuhan sehari-hari, membeli oleh-oleh, atau sekadar menikmati suasana mall sembari menunggu antrean.
Bagi jamaah Indonesia, lokasi ini kerap menjadi pilihan karena suasana yang sejuk ber-AC, keamanan yang terjamin, serta akses langsung ke Masjidil Haram melalui jembatan pejalan kaki. Selain itu, mesin-mesin ATM di sini jarang sekali kosong, sehingga kecil kemungkinan jamaah gagal menarik uang.
“Saya pribadi lebih suka menarik uang di Abraj Al Bait. Selain banyak pilihan mesin, suasananya juga nyaman. Kalau pun harus antre, rasanya lebih santai karena lokasinya berada di dalam mall, tidak berdesakan seperti di area pintu utama masjid.”
Tips praktis: pastikan menyimpan bukti transaksi dari mesin ATM. Kadang-kadang, sistem bisa lambat karena trafik transaksi yang tinggi, dan bukti kertas akan membantu jika ada kesalahan saldo.
ATM di Area Ajyad Road
Ajyad Road adalah jalan utama yang menghubungkan banyak hotel ke Masjidil Haram. Jalan ini dipenuhi deretan hotel bintang tiga hingga lima, restoran, serta pertokoan yang selalu ramai oleh jamaah. Tidak heran jika di sepanjang jalur ini juga banyak ditemukan ATM dari bank-bank besar seperti Al Rajhi Bank, NCB, maupun Riyad Bank.
Bagi jamaah yang menginap di hotel-hotel di sepanjang Ajyad, lokasi ini sangat menguntungkan karena tidak perlu berjalan jauh untuk menemukan ATM. Umumnya, mesin-mesin ini ditempatkan di depan hotel atau minimarket yang buka 24 jam. Karena posisinya berada di jalur utama, jamaah bisa menarik uang kapan saja, bahkan di tengah malam, tanpa harus masuk ke area perbelanjaan besar.
Suasananya relatif lebih tenang dibandingkan ATM di dalam Abraj Al Bait, sehingga antrean pun lebih pendek. Hal ini sangat membantu jamaah yang ingin cepat kembali ke hotel atau masjid tanpa membuang banyak waktu.
“ATM di Ajyad Road menurut saya sangat praktis, terutama bagi jamaah yang tidak suka keramaian. Lokasinya dekat hotel, jadi tidak perlu repot ke dalam mall. Saya sering menggunakan mesin ini setelah Subuh, saat jalan masih sepi.”
Tips praktis: jamaah sebaiknya membawa kartu debit dengan logo jaringan internasional (Visa/MasterCard) karena tidak semua mesin mendukung kartu lokal Indonesia.
ATM di Area Bab Malik Fahd
Bab Malik Fahd adalah salah satu pintu masuk besar Masjidil Haram yang berada di sisi selatan. Meskipun tidak semegah King Abdul Aziz Gate, pintu ini cukup strategis karena dilalui banyak jamaah dari arah hotel-hotel di bagian selatan kota Makkah.
Di sekitar pintu ini tersedia beberapa mesin ATM yang cukup membantu, terutama bagi jamaah yang tidak ingin terlalu jauh berjalan. Antrean di area ini relatif lebih singkat, karena pintu ini tidak seramai King Abdul Aziz Gate.
Meski jumlah mesin ATM lebih sedikit dibandingkan dengan Abraj Al Bait, lokasi Bab Malik Fahd sering menjadi pilihan jamaah yang mencari akses cepat dan tidak berdesakan. Banyak jamaah lansia maupun yang membawa anak kecil lebih nyaman menggunakan area ini karena suasananya yang lebih tenang.
“Saya pernah beberapa kali menggunakan ATM di Bab Malik Fahd. Menurut saya, suasananya lebih manusiawi dibandingkan pintu utama. Tidak terlalu ramai, jadi lebih tenang untuk jamaah lansia atau mereka yang butuh akses cepat.”
Tips praktis: pastikan mengecek saldo setelah transaksi. Di beberapa mesin yang lebih tua, proses transaksi bisa sedikit lambat.
ATM di Sekitar Hotel Hilton Suites dan Swissotel
Kompleks hotel Hilton Suites dan Swissotel yang berada tidak jauh dari Masjidil Haram juga menyediakan beberapa mesin ATM di area lobi maupun dekat pintu masuk utama. Jamaah yang menginap di hotel berbintang biasanya lebih suka menggunakan mesin ini karena faktor kenyamanan dan keamanan.
Selain lebih aman karena berada di area hotel yang dijaga ketat, mesin-mesin ATM di sini juga dilengkapi dengan pilihan bahasa internasional, termasuk bahasa Inggris. Hal ini sangat membantu jamaah asing, terutama yang tidak fasih berbahasa Arab.
Lokasi ini juga sering menjadi alternatif bagi jamaah yang ingin menghindari antrean di Abraj Al Bait. Karena mesin berada di dalam kompleks hotel, suasananya lebih tenang dan cenderung lebih cepat untuk bertransaksi.
“Bagi saya, ATM di sekitar hotel-hotel besar seperti Hilton Suites jauh lebih nyaman. Mesin-mesinnya modern, jarang sekali error, dan tentu lebih aman karena ada petugas keamanan hotel di sekitar area.”
Tips praktis: gunakan mesin ATM di hotel besar pada jam-jam siang hari. Malam hari cenderung lebih ramai karena jamaah banyak kembali dari masjid.
Tambahan Tips Praktis untuk Jamaah
Selain mengetahui lokasi ATM strategis, jamaah umroh dan haji sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan kartu debit internasional yang memiliki logo Visa atau MasterCard.
- Tarik uang secukupnya agar tidak perlu sering-sering antre.
- Hindari waktu sibuk seperti menjelang shalat atau selepas Subuh.
- Simpan bukti transaksi untuk menghindari kesalahan teknis.
- Pilih mesin di area ramai untuk keamanan lebih, terutama saat sendirian.






