Perjalanan haji dan umrah adalah salah satu momen paling sakral dalam hidup seorang Muslim. Tidak hanya sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan juga perjalanan spiritual yang penuh dengan doa, niat, dan harapan. Salah satu amalan kecil yang sering kali dianggap sederhana, namun memiliki makna besar, adalah membaca doa sebelum keluar rumah. Bagi para jamaah haji maupun umrah, doa ini menjadi permulaan penting yang membawa keberkahan sepanjang perjalanan.
Sebagai penulis yang kerap mengikuti perjalanan para jamaah, saya meyakini bahwa setiap langkah yang diawali dengan doa akan memberikan ketenangan hati. “Doa sebelum keluar rumah bukan hanya rutinitas, tetapi sebuah perisai spiritual yang melindungi kita dari kesulitan, sekaligus mengingatkan bahwa setiap perjalanan adalah titipan Allah.”
Pentingnya Doa Sebelum Keluar Rumah
Sebelum melangkahkan kaki menuju bandara atau embarkasi haji, membaca doa menjadi bagian dari adab yang diajarkan Rasulullah SAW. Banyak jamaah yang merasakan manfaatnya, bukan hanya berupa ketenangan batin, tetapi juga perlindungan dari berbagai marabahaya yang mungkin terjadi di jalan.
Doa ini memiliki dimensi spiritual yang sangat kuat, karena kita menyerahkan seluruh perjalanan kepada Allah. Mengingat perjalanan haji atau umrah bisa berlangsung lama dan penuh tantangan, doa ini seakan menjadi bekal tak terlihat yang senantiasa menyertai jamaah.
Dalil Hadis tentang Doa Keluar Rumah
Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seorang Muslim keluar rumah dan membaca doa, maka malaikat akan berkata: “Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dilindungi.” Tiga hal ini adalah kunci utama dalam perjalanan: petunjuk agar langkah tidak tersesat, kecukupan agar kebutuhan terpenuhi, serta perlindungan dari segala keburukan.
Hadis ini menunjukkan betapa doa sederhana dapat menghadirkan penjagaan Allah yang luar biasa. Oleh karena itu, doa keluar rumah tidak boleh dipandang remeh, terutama ketika seseorang hendak melakukan perjalanan jauh seperti haji atau umrah.
Relevansi dengan Perjalanan Haji dan Umrah
Ketika jamaah haji atau umrah meninggalkan rumah, bukan hanya meninggalkan rutinitas, tetapi juga meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan semua yang dicintai. Doa ini memberi penguatan batin agar hati tetap tenang. Banyak jamaah yang mengaku bahwa doa ini membuat mereka merasa lebih ringan meninggalkan keluarga, karena yakin Allah menjaga mereka semua.
Sejarah Doa Keluar Rumah dalam Hadis
Doa sebelum keluar rumah berasal dari tuntunan Rasulullah SAW yang sangat memperhatikan adab sehari-hari. Dalam sejarah Islam, doa ini diajarkan kepada para sahabat sebagai bentuk kesadaran bahwa rumah adalah tempat perlindungan, sementara dunia luar penuh dengan ujian.
Ketika Rasulullah SAW mengajarkan doa ini, para sahabat merasakan bahwa doa menjadi bagian penting dalam menjaga diri. Mereka percaya bahwa perlindungan Allah hadir bukan hanya di medan perang atau saat ibadah besar, melainkan dalam setiap langkah kehidupan, termasuk ketika sekadar keluar rumah untuk bepergian.
Para ulama kemudian meriwayatkan doa ini dalam berbagai kitab hadis, sehingga sampai kepada umat Islam hari ini. Doa ini kemudian menjadi amalan sunnah yang dianjurkan, khususnya sebelum bepergian jauh.
Lafaz Doa Sebelum Keluar Rumah
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca sebelum keluar rumah sangat singkat, namun sarat makna.
اللّهُـمَّ إِنِّـي أَعـوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِـمَ أَوْ أُظْلَـمَ أَوْ أَجْهَـلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Allahumma inni a’udzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan atau menyesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, berbuat bodoh atau dibodohi.”
Doa ini mengajarkan sikap rendah hati, karena seorang Muslim sadar bahwa perjalanan apa pun, termasuk haji dan umrah, penuh dengan ujian dan potensi kesalahan.
Doa Tambahan untuk Jamaah Haji dan Umrah
Selain doa umum di atas, banyak jamaah menambahkan doa khusus agar Allah memudahkan perjalanan ibadah mereka. Salah satunya adalah doa safar yang biasa dibaca ketika naik kendaraan:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wama kunna lahu muqrinin. Wa inna ila rabbina lamunqalibun.
Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Adab Membaca Doa Sebelum Keluar Rumah
Membaca doa tidak sekadar melafalkan, tetapi ada adab yang perlu diperhatikan agar doa semakin bermakna.
Mengucapkan dengan Khusyuk
Doa sebaiknya dibaca dengan penuh kekhusyukan, bukan tergesa-gesa. Banyak jamaah yang terburu-buru karena ingin segera berangkat, padahal doa ini seharusnya menjadi awal yang menenangkan hati.
Membaca dengan Suara Lirih
Meskipun bisa dibaca dalam hati, melafalkan dengan suara lirih memberi dampak psikologis yang lebih kuat. Suara sendiri akan menjadi pengingat bahwa kita sedang memohon perlindungan kepada Allah.
Menanamkan Niat yang Tulus
Selain membaca doa, penting untuk menanamkan niat yang tulus dalam hati. Perjalanan haji dan umrah bukan untuk pamer atau kebanggaan, melainkan benar-benar ibadah yang diniatkan karena Allah semata.

Panduan Praktis bagi Jamaah Modern
Di era modern, perjalanan haji dan umrah memiliki tantangan tersendiri. Jamaah harus menempuh perjalanan udara panjang, melewati bandara internasional, serta menghadapi mobilitas tinggi di Tanah Suci.
Membaca Doa Sebelum Naik Kendaraan
Saat berada di bandara, banyak jamaah yang terkadang lupa untuk membaca doa. Padahal, doa sebelum keluar rumah tetap bisa dilakukan bahkan ketika sudah sampai ruang tunggu. Doa ini tidak terbatas hanya di depan pintu rumah, melainkan juga berlaku saat meninggalkan tempat singgah atau hotel.
Membaca Doa Secara Kolektif
Banyak rombongan haji dan umrah yang membacakan doa ini secara bersama-sama sebelum berangkat menuju bandara atau menuju Masjidil Haram. Hal ini bukan hanya memperkuat spiritualitas individu, tetapi juga menciptakan kebersamaan dalam rombongan.
Memanfaatkan Teknologi
Di era digital, aplikasi haji dan umrah yang disediakan Kementerian Agama maupun berbagai lembaga travel juga sering menyertakan kumpulan doa, termasuk doa keluar rumah. Jamaah bisa memanfaatkan aplikasi ini sebagai pengingat agar tidak lupa membacanya.
Contoh Doa Tambahan dari Para Ulama
Selain doa yang bersumber dari hadis, banyak ulama yang menyusun doa tambahan untuk melengkapi amalan ini. Doa-doa tersebut umumnya berupa permohonan khusus untuk kelancaran ibadah haji dan umrah.
Doa dari Ulama Nusantara
Beberapa ulama di Nusantara mengajarkan doa tambahan seperti: “Ya Allah, jadikanlah perjalananku ini perjalanan yang penuh berkah, jauhkanlah aku dari kesulitan, dan kembalikanlah aku kepada keluargaku dalam keadaan selamat dan membawa haji mabrur.”
Doa dari Tradisi Timur Tengah
Di Timur Tengah, sebagian jamaah menambahkan doa dengan menyebutkan permohonan khusus untuk dapat berziarah ke makam Rasulullah SAW dan mendapatkan kesempatan beribadah dengan tenang.
Pentingnya Keikhlasan dalam Doa Tambahan
Meskipun tidak bersumber langsung dari hadis, doa-doa tambahan ini tetap dianjurkan selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Pada dasarnya, doa adalah ungkapan hati, sehingga setiap jamaah bisa menambahkan permohonan pribadi sesuai kebutuhannya.
Pengalaman Jamaah yang Merasakan Manfaatnya
Banyak kisah dari jamaah haji dan umrah yang mengaku merasakan ketenangan setelah membaca doa keluar rumah.
Cerita Jamaah dari Surabaya
Seorang jamaah asal Surabaya mengungkapkan bahwa ketika berangkat meninggalkan rumah, hatinya terasa berat. Namun setelah membaca doa keluar rumah, ia merasakan kelegaan dan yakin bahwa keluarganya akan dijaga Allah selama ia menunaikan ibadah.
Testimoni dari Jamaah Lanjut Usia
Jamaah lanjut usia dari Jawa Barat menceritakan bahwa doa ini membuatnya lebih percaya diri meskipun harus melakukan perjalanan jauh. Ia merasa langkahnya menjadi ringan, seolah-olah ada yang menuntunnya.
Refleksi Pribadi Penulis
Sebagai penulis yang sering mendampingi jamaah, saya melihat sendiri bagaimana doa kecil ini membawa pengaruh besar. “Saya percaya doa sebelum keluar rumah adalah simbol bahwa setiap langkah seorang Muslim seharusnya dimulai dengan mengingat Allah. Bagi jamaah haji dan umrah, doa ini menjadi pintu awal menuju perjalanan yang penuh berkah.”
Doa sebagai Simbol Penyerahan Diri
Lebih jauh lagi, doa sebelum keluar rumah bukan hanya sekadar bacaan, melainkan bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Saat seseorang membaca doa ini, ia sadar bahwa dirinya tidak bisa mengontrol semua hal di jalan. Hanya Allah yang mampu menjaga keselamatan perjalanan, mulai dari rumah hingga kembali lagi.
Makna Spiritualitas di Balik Doa
Doa ini juga menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia adalah perjalanan panjang menuju Allah. Sebagaimana haji dan umrah adalah perjalanan fisik menuju Baitullah, doa ini mengajarkan bahwa setiap langkah hidup harus dilandasi oleh tawakal dan doa.
Relevansi dengan Kehidupan Sehari Hari
Meskipun doa ini sering dikaitkan dengan perjalanan haji atau umrah, sebenarnya doa keluar rumah juga relevan untuk kehidupan sehari-hari. Setiap kali melangkahkan kaki, doa ini menjadi pengingat agar kita terhindar dari keburukan dan kesalahan.