4 Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan Menurut Ajaran Islam

Islami10 Views

Dalam kehidupan sehari hari, setiap manusia sering kali mengucapkan kata kata tanpa sadar akan dampaknya. Padahal, Islam memberikan tuntunan yang jelas bahwa lisan adalah salah satu anggota tubuh yang paling berpotensi menyeret seseorang pada dosa besar. Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa kebanyakan manusia yang tergelincir ke dalam neraka disebabkan oleh lisannya sendiri. Karena itulah ada beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari oleh setiap muslim agar tidak menimbulkan keburukan di dunia maupun di akhirat.

Bahaya Lisan yang Tidak Dijaga

Lisan adalah anugerah yang bisa membawa kebaikan maupun keburukan. Dengan lisan, seseorang bisa membaca Al Quran, berzikir, serta menyampaikan kebaikan. Namun dengan lisan pula, manusia bisa menyakiti hati sesama, menebar fitnah, bahkan mengucapkan kata kata yang bisa merusak iman. Oleh sebab itu, ulama dan para guru agama selalu mengingatkan agar umat Islam berhati hati dalam berbicara.

Lisan Sebagai Cerminan Hati

Allah SWT berfirman:
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulut akan dicatat, baik maupun buruk.

Lisan Sebagai Penentu Amal

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang diridhai oleh Allah, ia tidak menyangka kalimat itu akan mengangkat derajatnya, namun Allah meninggikan derajatnya karenanya. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang dimurkai Allah, ia tidak menyangka kalimat itu akan menjerumuskannya ke neraka, namun ia masuk ke dalamnya karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Kalimat Pertama: Mengucapkan Kata Kata Kufur

Kalimat kufur adalah ucapan yang bisa merusak akidah seseorang. Misalnya mengingkari keberadaan Allah, meremehkan ajaran Islam, atau memperolok olok ayat Al Quran. Meskipun diucapkan dalam keadaan bercanda, kalimat seperti ini bisa sangat berbahaya.

Dampak Kalimat Kufur

Allah SWT menegaskan:
“Dan sungguh mereka telah mengatakan perkataan kufur dan mereka telah kafir setelah Islam.” (QS. At Taubah: 74)

Ayat ini menjadi bukti betapa ucapan kufur dapat membatalkan keislaman seseorang jika tidak segera bertaubat.

Penjelasan Ulama

Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa bercanda boleh selama tidak mengandung kebohongan atau penghinaan terhadap agama. Jika sudah menyentuh akidah, maka bercanda bisa menjadi kufur.


Kalimat Kedua: Ucapan Sombong dan Merendahkan Orang Lain

Kesombongan adalah sifat yang dibenci oleh Allah. Ketika seseorang mengucapkan kalimat yang merendahkan orang lain, maka itu termasuk bentuk kesombongan lisan.

Kesombongan dalam Pandangan Islam

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

Kesombongan melalui ucapan seperti merasa lebih baik dari orang lain adalah sikap yang bisa menghancurkan amal.

Ucapan yang Merendahkan

Allah SWT berfirman:
“Wahai orang orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diperolok) lebih baik daripada mereka.” (QS. Al Hujurat: 11)

Ayat ini dengan jelas melarang ucapan yang merendahkan dan meremehkan sesama.


Kalimat Ketiga: Mengucapkan Doa Keburukan untuk Diri Sendiri atau Orang Lain

Sering kali saat marah atau kecewa, seseorang mengucapkan kalimat buruk seperti “Semoga aku mati saja” atau “Biarlah dia celaka.” Kalimat seperti ini dilarang dalam Islam karena doa adalah sesuatu yang serius.

Bahaya Doa yang Tergesa gesa

Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah salah seorang dari kalian berdoa buruk terhadap dirinya sendiri, anaknya, atau hartanya. Jangan sampai bertepatan dengan waktu Allah memberi doa lalu Dia kabulkan.” (HR. Muslim)

Hadis ini mengingatkan bahwa doa keburukan bisa saja bertepatan dengan waktu mustajab sehingga benar benar dikabulkan.

Pentingnya Menjaga Doa

Allah SWT memerintahkan agar umat Islam selalu berdoa dengan kebaikan:
“Dan berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 55)


Kalimat Keempat: Mengucapkan Kebohongan dan Janji Palsu

Bohong adalah dosa yang sering diremehkan padahal dampaknya sangat besar. Dengan kebohongan, seseorang bisa merusak hubungan, menghancurkan kepercayaan, bahkan menimbulkan fitnah yang merugikan banyak pihak.

Bohong dalam Pandangan Rasulullah

Rasulullah SAW bersabda:
“Tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Janji Palsu dan Akibatnya

Allah SWT berfirman:
“Wahai orang orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shaff: 2-3)

Ayat ini memperingatkan agar tidak bermain main dengan janji, sebab ucapan tanpa realisasi adalah bentuk kebohongan.


Pentingnya Membiasakan Kalimat Baik

Selain menghindari kalimat terlarang, umat Islam dianjurkan membiasakan kalimat yang baik. Ucapan salam, doa, zikir, dan kata kata motivasi adalah bentuk lisan yang mendatangkan pahala.

Kalimat yang Menenangkan Hati

Allah SWT berfirman:
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit.” (QS. Ibrahim: 24)

Ayat ini menjadi simbol betapa kalimat baik akan memberikan kebaikan yang meluas seperti pohon rindang.

Lisan sebagai Sumber Pahala

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar pentingnya menjaga lisan dan membiasakan ucapan yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *