7 Fakta Unik Kurma yang harus kamu tau !

Islami8 Views

Kurma adalah buah yang tidak hanya menjadi simbol keberkahan dalam Islam, tetapi juga menjadi salah satu panganan tertua yang diwariskan lintas generasi. Dari gurun pasir Timur Tengah hingga meja makan umat Muslim di seluruh dunia, kurma selalu memiliki tempat istimewa. Buah ini menjadi identik dengan bulan Ramadan, tetapi sesungguhnya nilai dan kisahnya jauh lebih luas. Berikut adalah tujuh fakta unik kurma yang mengungkap sejarah, makna spiritual, hingga tradisi di Indonesia.


Kurma adalah Buah Tertua yang Dibudidayakan

Sejarah mencatat bahwa kurma sudah ada sejak lebih dari 4000 tahun sebelum Masehi. Peradaban Mesopotamia menjadikan kurma sebagai buah utama yang tak hanya dikonsumsi, tetapi juga digunakan sebagai bahan pangan pokok dan bahkan sebagai alat barter.

Keunikan kurma terletak pada ketahanan pohonnya. Akar pohon kurma bisa menembus tanah hingga 20 meter untuk mencari air, menjadikannya simbol keteguhan hidup di tengah kondisi gurun yang kering dan panas. Tidak mengherankan jika kurma kemudian disebut sebagai salah satu buah surga yang penuh dengan nilai filosofis.


Disebut dalam Al Qur’an dan Hadis

Kurma bukan sekadar makanan biasa. Dalam Al Qur’an, buah ini disebut beberapa kali, salah satunya dalam kisah Maryam AS. Saat melahirkan Nabi Isa AS, Allah memerintahkannya menggoyang pohon kurma agar buahnya jatuh, memberi tenaga dan ketenangan di momen yang penuh ujian.

Rasulullah SAW pun mencontohkan kebiasaan berbuka dengan kurma. Beliau lebih menyukai kurma basah atau ruthab. Bila tidak ada, beliau menggantinya dengan kurma kering. Sunnah ini terus dipraktikkan umat Islam hingga kini. Bagi umat Muslim, memakan kurma saat berbuka tidak hanya soal mengisi energi, tetapi juga bentuk ketaatan mengikuti ajaran Nabi.


Ada Lebih dari 2000 Jenis Kurma

Kurma yang kita kenal di pasaran hanyalah sebagian kecil dari ragam yang ada di dunia. Diperkirakan ada lebih dari 2000 varietas kurma. Setiap jenis memiliki ciri khas, rasa, dan bahkan simbol tersendiri.

Kurma Ajwa dari Madinah dikenal sebagai kurma kesukaan Nabi, berwarna hitam pekat dengan tekstur lembut. Kurma Medjool dijuluki “ratu kurma” karena ukurannya besar, berdaging tebal, dan rasanya manis legit. Sementara itu, kurma Sukari sangat populer di Arab Saudi karena rasa manisnya seperti madu.

Keanekaragaman ini menunjukkan betapa luasnya penyebaran kurma, serta menjadikannya buah yang istimewa dengan daya tarik tersendiri di tiap daerah.


Kurma Bisa Bertahan Lama Tanpa Bahan Pengawet

Daya tahan kurma yang sangat lama membuatnya dijadikan bekal utama para musafir di gurun pasir sejak ribuan tahun lalu. Dengan kadar gula tinggi dan kandungan air yang rendah, kurma bisa disimpan hingga berbulan bulan bahkan bertahun tahun tanpa bahan pengawet.

Inilah alasan mengapa kurma sering disebut sebagai buah praktis yang selalu siap sedia. Hingga kini, di banyak rumah tangga Muslim, kurma masih menjadi stok wajib yang disimpan lama untuk keperluan ibadah atau sajian tamu.


Kurma Mengandung Energi Tinggi

Salah satu alasan kurma begitu populer adalah kandungan energinya. Dalam satu butir kurma terdapat gula alami berupa fruktosa, glukosa, dan sukrosa. Kombinasi ini memberikan tenaga instan yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama setelah seharian berpuasa.

Selain gula, kurma juga kaya akan serat yang membantu pencernaan, kalium yang baik untuk kesehatan jantung, serta magnesium dan zat besi yang mendukung metabolisme. Tidak hanya umat Muslim, atlet modern pun sering menjadikan kurma sebagai camilan sehat untuk mengisi energi sebelum atau sesudah berolahraga.


Tumbuh Subur di Tanah Gersang

Pohon kurma adalah simbol kekuatan. Meski hidup di padang pasir dengan suhu bisa mencapai 50 derajat Celsius, kurma tetap tumbuh subur. Kehebatan akarnya yang mampu mencari air jauh di dalam tanah menjadikannya tanaman tangguh.

Keistimewaan ini membuat kurma sering menjadi perumpamaan dalam Islam. Seorang Muslim dianjurkan memiliki sifat seperti pohon kurma, yang tegak berdiri meskipun diterpa panas dan badai kehidupan. Kurma mengajarkan arti kesabaran, keteguhan, dan keberkahan dalam setiap kondisi.


Kurma Memiliki Nilai Simbolis dalam Islam

Kurma tidak hanya penting dalam hal kesehatan, tetapi juga dalam aspek spiritual. Di banyak budaya Muslim, kurma selalu hadir di acara keagamaan. Mulai dari berbuka puasa, akikah, pernikahan, hingga acara tahlilan, kurma menjadi simbol doa dan keberkahan.

Di beberapa daerah, kurma bahkan dijadikan hadiah istimewa untuk tamu. Keutamaan kurma Ajwa, yang disebutkan Rasulullah SAW sebagai pelindung dari sihir dan racun, menambah makna mendalam bagi umat Islam.

“Menurut saya, kurma bukan sekadar buah, tetapi pengingat akan kesederhanaan, kekuatan iman, dan berkah Allah yang senantiasa hadir dalam kehidupan,” tulis penulis dalam catatan reflektif.


Sejarah Penyebaran Kurma Hingga ke Indonesia

Awalnya, kurma tumbuh subur di Timur Tengah dan Afrika Utara. Melalui jalur perdagangan Islam, buah ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah. Para pedagang Arab membawa kurma ke India, Persia, hingga Asia Tenggara.

Di Indonesia, kurma mulai dikenal luas sejak kedatangan para ulama dan pedagang dari Timur Tengah. Meski pohon kurma sulit tumbuh di tanah tropis, buah ini menjadi sangat populer sebagai buah impor, terutama pada bulan Ramadan.

Kini, beberapa daerah di Indonesia, seperti Riau dan Jawa Timur, mulai mencoba menanam kurma dengan teknik khusus. Meski hasilnya belum sebanyak di Timur Tengah, hal ini membuktikan bahwa cinta masyarakat Indonesia terhadap kurma tidak pernah luntur.


Tradisi Kurma di Indonesia

Di Indonesia, kurma identik dengan bulan suci Ramadan. Hampir setiap rumah menyediakan kurma sebagai takjil berbuka puasa. Bagi sebagian orang, menyajikan kurma saat berbuka dianggap sebagai bagian dari sunnah yang harus dijaga.

Selain itu, kurma juga dijadikan buah tangan atau oleh oleh dari haji dan umrah. Banyak jamaah haji membawa pulang kurma Ajwa atau kurma lainnya sebagai simbol berkah dari Tanah Suci. Di pasar Indonesia sendiri, kurma kini tersedia sepanjang tahun dengan berbagai merek dan jenis, mulai dari yang premium hingga yang lebih terjangkau.

Tradisi ini menunjukkan bagaimana kurma telah menjadi bagian dari budaya religius dan sosial umat Islam di Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *