Air Zam Zam merupakan salah satu anugerah terbesar bagi umat Islam. Air yang bersumber dari sumur di sekitar Ka’bah ini diyakini membawa keberkahan dan memiliki sejarah panjang sejak masa Nabi Ibrahim AS. Tidak sedikit jamaah haji dan umrah yang membawa pulang air Zam Zam sebagai buah tangan untuk keluarga di tanah air. Namun sayangnya, popularitas air suci ini sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab yang menjual air palsu dengan label Zam Zam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara membedakan mana yang asli dan mana yang palsu agar tidak tertipu.
Sebagai penulis di portal berita travel Islami aet.co.id, saya merasa perlu mengingatkan pembaca bahwa keaslian air Zam Zam bukan hanya soal harga, tetapi juga soal keberkahan dan niat ibadah yang terkandung di dalamnya.
“Saya pribadi pernah menemukan air kemasan yang mengaku sebagai Zam Zam di pasaran dengan harga sangat murah. Namun setelah mencobanya, rasa dan aromanya sama sekali berbeda dari air Zam Zam yang asli. Dari situ saya belajar bahwa kita tidak boleh asal percaya hanya karena label atau kemasan,” ujar saya dalam catatan perjalanan spiritual.
Mengapa Air Zam Zam Banyak Dipalsukan
Permintaan tinggi dari jamaah haji dan umrah menjadikan air Zam Zam sebagai komoditas yang menggiurkan. Padahal pemerintah Arab Saudi memiliki aturan ketat terkait distribusinya. Air Zam Zam asli hanya boleh dibawa oleh jamaah dalam jumlah terbatas, tidak untuk diperdagangkan bebas. Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang menjual air biasa dengan label Zam Zam.
Fenomena ini bukan hanya merugikan dari sisi finansial, tetapi juga bisa merusak nilai ibadah karena jamaah yang berniat membawa pulang keberkahan justru tertipu.
1. Perhatikan Rasa Air Zam Zam
Ciri pertama yang paling mudah dikenali adalah dari segi rasa. Air Zam Zam memiliki rasa khas yang tidak dimiliki oleh air mineral biasa. Rasanya sedikit berbeda, terkadang agak “berat” dengan nuansa asin tipis yang alami, namun tetap menyegarkan.
Ciri rasa khas
Banyak jamaah yang menggambarkan rasa air Zam Zam seperti ada kandungan mineral alami yang kuat. Walaupun begitu, rasa ini justru menambah keunikan dibanding air biasa.
Perbedaan dengan air biasa
Air mineral palsu biasanya terasa hambar atau bahkan seperti air galon biasa. Jika Anda menemukan rasa yang terlalu tawar, besar kemungkinan itu bukan air Zam Zam asli.
2. Periksa Kemasan Resmi
Pemerintah Arab Saudi biasanya mengeluarkan kemasan resmi untuk air Zam Zam yang dibagikan kepada jamaah. Botol asli memiliki label yang jelas, rapi, dan tidak mudah dipalsukan.
Kemasan resmi dari Arab Saudi
Umumnya air Zam Zam dikemas dalam galon 5 liter dengan label “Kingdom of Saudi Arabia” serta segel yang rapat. Pada botol juga terdapat tulisan berbahasa Arab dan kode produksi.
Waspada kemasan abal-abal
Jika Anda menemukan air dengan kemasan seadanya, tanpa label resmi atau hanya botol kosong berstiker Zam Zam, sebaiknya waspada. Biasanya air palsu dipasarkan dengan cara seperti ini.

3. Lihat dari Sisi Aroma
Selain rasa, aroma air Zam Zam juga bisa dijadikan indikator. Air suci ini tidak berbau tajam seperti air biasa, melainkan punya aroma lembut yang khas.
Aroma alami air Zam Zam
Banyak jamaah menggambarkan aromanya sebagai aroma segar yang menenangkan, berbeda dengan bau klorin atau bau plastik dari air kemasan biasa.
Air palsu biasanya tanpa aroma
Sebagian besar air palsu tidak memiliki aroma sama sekali atau malah berbau plastik karena kemasannya kurang terjaga.
4. Kandungan Mineral dalam Air Zam Zam
Secara ilmiah, air Zam Zam memiliki kandungan mineral yang berbeda dengan air biasa. Air ini kaya akan kalsium, magnesium, dan fluorida yang membuatnya terasa lebih segar dan unik.
Perbedaan mineral
Penelitian menunjukkan bahwa kandungan natrium dalam air Zam Zam lebih tinggi dibanding air mineral biasa. Hal ini membuat rasa dan teksturnya agak berbeda di lidah.
Bagaimana mengeceknya
Jika ingin memastikan, bisa dilakukan uji laboratorium sederhana. Air Zam Zam asli akan menunjukkan komposisi mineral yang khas. Sedangkan air palsu biasanya tidak memiliki perbedaan berarti dengan air mineral biasa.
5. Asal Usul dan Tempat Membeli
Hal terpenting adalah memperhatikan asal usul air yang Anda beli. Air Zam Zam asli hanya bisa didapat langsung dari Makkah, dan biasanya diberikan secara resmi kepada jamaah haji dan umrah.
Sumber resmi
Air ini biasanya dibawa jamaah melalui bandara dengan aturan ketat. Penjual resmi pun umumnya memiliki izin distribusi dari Arab Saudi.
Hindari membeli sembarangan
Jika Anda membeli di toko atau pasar lokal tanpa tahu asal muasalnya, besar kemungkinan itu bukan Zam Zam asli. Harganya memang lebih murah, tetapi Anda bisa saja mendapatkan air biasa yang dilabeli Zam Zam.
Pentingnya Kehati-hatian dalam Membeli
Membeli air Zam Zam tidak boleh sekadar tergiur harga atau tampilan. Kita perlu teliti agar niat baik membawa pulang keberkahan tidak berubah menjadi kekecewaan.
“Menurut saya, cara terbaik untuk memastikan keaslian air Zam Zam adalah membelinya langsung dari jamaah haji atau umrah yang baru pulang. Dengan begitu, kita tahu bahwa sumbernya benar-benar dari Makkah,” tulis saya dalam catatan perjalanan spiritual.