Berbicara tentang Arab Saudi, kebanyakan orang langsung teringat pada destinasi religius seperti Makkah dan Madinah. Namun, di balik sisi spiritualnya, Arab Saudi juga menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa. Setiap hidangan mencerminkan sejarah panjang, budaya Bedouin, serta pengaruh dari berbagai peradaban yang singgah di Jazirah Arab. Tidak heran bila wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pelancong muslim yang berkunjung.
Portal berita travel islami aet.co.id merangkum delapan makanan khas Arab Saudi yang paling terkenal, dilengkapi dengan estimasi harga dan rekomendasi restoran terbaik di Makkah, Madinah, Riyadh, hingga Jeddah.
Kabsa
Kabsa sering disebut sebagai hidangan nasional Arab Saudi. Nasi berbumbu ini dimasak bersama daging kambing, ayam, atau sapi, serta diperkaya rempah seperti kapulaga, kayu manis, cengkih, dan saffron. Teksturnya pulen dan penuh aroma wangi khas Timur Tengah. Biasanya kabsa disajikan dalam porsi besar di atas nampan lebar, dimakan bersama-sama sebagai simbol kebersamaan.
Pengalaman menikmati kabsa terasa semakin istimewa ketika disantap di rumah-rumah warga lokal, di mana keramahan dan budaya jamuan Arab sangat terasa.
Mandi
Sekilas mirip dengan kabsa, namun nasi mandi dimasak dengan cara yang berbeda. Nasi dimasak bersama arang yang diletakkan di wadah khusus, menghasilkan aroma smoky yang khas. Daging kambing atau ayamnya pun dimasak hingga lembut dan mudah lepas dari tulang.
Hidangan mandi sangat populer di restoran keluarga di Riyadh maupun Jeddah. Banyak jemaah haji dan umrah menjadikannya menu favorit setelah beribadah karena porsinya yang besar dan mengenyangkan.
Mutabbaq
Mutabbaq merupakan jajanan pinggir jalan yang populer di Arab Saudi. Kudapan ini berbentuk roti tipis berisi daging cincang, telur, dan bumbu rempah. Ada juga versi manis dengan isian pisang atau keju.
Biasanya mutabbaq dimasak di atas wajan datar dan disajikan panas-panas. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, sangat cocok dinikmati sore hari sambil ditemani teh Arab.
Jareesh
Jareesh adalah makanan tradisional yang terbuat dari gandum yang dihancurkan, lalu dimasak bersama daging ayam atau kambing. Teksturnya menyerupai bubur, namun lebih kental dan beraroma rempah.
Hidangan ini sering muncul dalam acara keluarga besar atau perayaan keagamaan. Jareesh mencerminkan gaya hidup sederhana orang Arab zaman dahulu yang mengandalkan hasil pertanian lokal.
Harees
Harees sering ditemukan di bulan Ramadhan, terutama saat berbuka puasa. Hidangan ini terbuat dari campuran gandum dan daging yang dimasak hingga menjadi lembut seperti pasta.
Rasanya gurih dan teksturnya lembut sehingga mudah dicerna, menjadikannya pilihan tepat setelah seharian berpuasa. Banyak hotel di Makkah dan Madinah yang menyajikan harees sebagai salah satu menu berbuka favorit.
Shawarma
Shawarma memang terkenal di berbagai negara, namun di Arab Saudi cita rasanya punya kekhasan tersendiri. Daging sapi atau ayam dipanggang dengan bumbu khas Timur Tengah, lalu diiris tipis dan dibungkus dalam roti pita bersama sayuran segar serta saus tahini.
Shawarma mudah ditemukan di setiap sudut kota, terutama di Jeddah. Aromanya yang khas selalu menggoda siapa pun yang melintas di depan gerai kecil penjual shawarma.
Samboosa
Saat Ramadhan, samboosa menjadi makanan pembuka yang sangat dinantikan. Bentuknya segitiga mirip pastel dengan isian daging cincang, sayuran, atau keju. Kulitnya tipis dan renyah, digoreng hingga keemasan.
Samboosa sering menjadi menu takjil favorit di rumah-rumah warga Arab Saudi. Kudapan ini biasanya disantap dengan saus tomat pedas atau saus yogurt yang segar.
Falafel
Falafel adalah kudapan populer berbahan dasar kacang arab atau kacang fava yang dihaluskan, dibumbui rempah, lalu digoreng hingga garing. Rasanya gurih dengan aroma rempah yang kuat.
Biasanya falafel disajikan dalam bentuk bulatan kecil bersama roti pita, sayuran segar, dan saus tahini. Di Arab Saudi, falafel bisa ditemukan di warung kecil hingga restoran besar, menjadikannya makanan rakyat yang dicintai banyak kalangan.

Estimasi Harga Makanan Khas Arab Saudi
No | Makanan Khas | Estimasi Harga (SAR) | Estimasi Harga (IDR) | Keterangan |
---|---|---|---|---|
1 | Kabsa | 30 – 50 SAR | Rp125.000 – Rp210.000 | Porsi besar, cukup untuk 2–3 orang |
2 | Mandi | 35 – 55 SAR | Rp145.000 – Rp230.000 | Lebih mahal sedikit karena proses memasak dengan arang |
3 | Mutabbaq | 5 – 10 SAR | Rp20.000 – Rp42.000 | Jajanan pinggir jalan, isi daging atau manis |
4 | Jareesh | 25 – 40 SAR | Rp105.000 – Rp170.000 | Biasanya disajikan di restoran tradisional |
5 | Harees | 20 – 35 SAR | Rp85.000 – Rp150.000 | Populer saat Ramadhan |
6 | Shawarma | 7 – 15 SAR | Rp30.000 – Rp65.000 | Street food favorit, mudah ditemui |
7 | Samboosa | 2 – 5 SAR per buah | Rp8.500 – Rp21.000 | Biasanya dijual dalam paket isi 5–10 |
8 | Falafel | 3 – 7 SAR per porsi | Rp12.500 – Rp30.000 | Kudapan murah meriah, populer di kalangan lokal dan wisatawan |
Catatan: Kurs yang digunakan adalah 1 SAR ≈ Rp4.200. Harga dapat berbeda tergantung lokasi, jenis restoran, dan musim (terutama saat haji dan Ramadhan).
Rekomendasi Restoran Populer
Tidak lengkap rasanya membicarakan kuliner Arab Saudi tanpa mengetahui tempat terbaik untuk menikmatinya. Berikut beberapa restoran populer yang bisa menjadi pilihan wisatawan muslim.
Riyadh – Negeri Budaya dan Rasa Otentik
- Maiz AlKhozama Saudi Fine Dining – Restoran mewah dengan kabsa dan hidangan tradisional khas Saudi.
- Najd Village – Menawarkan pengalaman kuliner otentik dengan jareesh dan kabsa dalam suasana heritage.
- Al Qarya Al Najdiya – Restoran bergaya kampung Najdi dengan menu tradisional penuh sejarah.
Makkah – Kota Suci dengan Sentuhan Kuliner
- Al Romansiah (Makkah) – Cabang restoran terkenal dengan kabsa dan saleeg.
- Bait Al Mandi – Hidangan mandi khas Yaman–Saudi yang lembut dan beraroma.
- Reedan – Restoran yang dikenal praktis dengan kabsa autentik.
Madinah – Aura Spiritual dan Rasa Nusantara
- Al-Romansiah (Madinah) – Cabang restoran besar dengan menu mandi dan kabsa favorit.
- Hashi Basha – Menawarkan pengalaman unik daging unta dengan nasi.
- Shawayah Biladi – Restoran sederhana dengan menu ayam panggang dan nasi.
Jeddah – Pintu Gerbang Laut Merah dan Street Food
- Al-Balad Street Food – Kawasan bersejarah dengan mutabbaq, luqaimat, tamees, dan jajanan khas Hejazi.